About Perdania

Presiden Direktur
Presiden Direktur
Ichiro Hiramatsu

PARA PEMEGANG SAHAM DAN PEMANGKU KEPENTINGAN YANG KAMI HORMATI,
Mengawali laporan ini, atas nama Direksi Bank Resona Perdania (“Bank”), perkenankan saya untuk menyampaikan pencapaian kinerja pada tahun 2018. Bank berhasil menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi sepanjang tahun. Berbekal dukungan penuh dari pemegang saham dan pemangku kepentingan, Bank akan terus berupaya secara optimal meningkatkan hasil kinerja positif guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Langkah strategis yang diambil oleh Bank untuk mewujudkan hal tersebut dilaksanakan melalui perbaikan infrastruktur sistem, prosedur operasional, maupun kualitas sumber daya manusia serta pembentukan tim khusus sebagai upaya untuk mengoptimalkan perolehan pendapatan pemulihan kredit baik dari kredit bermasalah (Non- Performing Loan/NPL) maupun kredit yang telah dihapus buku.


KONDISI EKONOMI DAN PERBANKAN 2018
Pada tahun 2018, melambatnya pertumbuhan ekonomi global dipengaruhi oleh semakin intensifnya berbagai risiko ekonomi global yang bersumber dari ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan internasional dan pengetatan likuiditas akibat normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Secara umum, perekonomian negara maju diperkirakan masih solid ditopang oleh pertumbuhan AS yang cukup tinggi karena adanya stimulus fiskal yang kuat. Tekanan pada sektor keuangan masih terus berlanjut pada beberapa negara berkembang yang disebabkan meningkatkan capital outflow pada pasar modal sebagai dampak dari kenaikan suku bunga The Fed.

Kinerja sektor riil masih berada dalam posisi ekspansif dengan kecenderungan perlambatan kecepatan. Pemulihan di sisi investasi, manufaktur serta perdagangan menjadi kunci ekonomi dunia untuk masih tetap bertumbuh.

Pertumbuhan ekonomi nasional triwulan IV-2018 menunjukkan permintaan domestik yang tetap kuat ditopang oleh konsumsi swasta dan konsumsi pemerintah. Kinerja ekspor Indonesia tumbuh terbatas dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dunia yang melandai dan harga komoditas ekspor yang menurun, sedangkan impor mengalami penurunan sejalan dengan kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah.

Sementara itu, meskipun sempat meningkat pada November 2018, nilai tukar Rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,54% secara point to point terhadap Dolar Amerika menjadi Rp14.380 di Desember 2018 dari Rp14.303 di November 2018. Rupiah secara rata-rata keseluruhan tahun 2018 mengalami depresiasi sebesar 6,05%, sedangkan volatilitas nilai tukar Rupiah tercatat sebesar 8,47%.

Kendati mengalami penurunan di beberapa sektor, stabilitas sistem keuangan nasional dapat tetap terjaga bersama dengan peningkatan intermediasi perbankan serta risiko kredit yang terjaga. Berdasarkan data Bank Indonesia per Desember 2018, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan mencatatkan pencapaian tinggi sebesar 22,9% dengan rasio likuiditas (AL/DPK) yang berada pada angka 19,3%. Selain itu, rasio NPL tercatat pada angka 2,4% (gross) atau 1,0% (net).

Berkat fungsi intermediasi yang kian membaik, pertumbuhan kredit pada Desember 2018 tercatat sebesar 11,8% (year on year/yoy), meningkat dari capaian 8,2% (yoy) pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan menunjukkan penurunan pertumbuhan pada Desember 2018, dengan angka 6,5% (yoy) dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 9,4%.


KINERJA 2018
Pada tahun 2018, Bank mengimplementasikan kebijakan strategis untuk mendukung tercapainya pertumbuhan kinerja operasional dan kinerja keuangan. Secara umum, kinerja bisnis Bank tercatat mengalami peningkatan, laba setelah pajak pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp18,6 miliar, total aset dan kredit masing-masing tercapai sebesar Rp18,1 triliun dan Rp11,9 triliun atau tumbuh sebesar 24,7% dan 18,5% jika dibandingkan dengan tahun 2017. Rasio kinerja keuangan Bank dapat dijaga dengan baik, hal ini dapat terlihat dari rasio permodalan (CAR) lebih tinggi dari yang dipersyaratkan dimana pencapaian rasio CAR sebesar 18,79%. Rasio NIM tercapai sebesar 3,48%, sedangkan untuk NPL gross dan NPL net masing-masing sebesar 2,62% dan 1,92%.

Sebagai upaya untuk mengoptimalkan pemulihan dana dari kredit bermasalah, memelihara serta mengelola rasio NPL, dan mencegah potensi debitur bermasalah, pada bulan April 2018, manajemen mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan membentuk Tim ATOMIC (Adhoc Team of Monitoring and Immediate Recovery for Credit) yang memiliki fungsi dan tugas utama dalam memperbaiki kualitas kredit dan mengurangi jumlah kredit bermasalah.

Peningkatan jumlah nasabah dari 1.262 menjadi 1.274 di tahun 2018 merupakan bukti komitmen serta kesuksesan Bank dalam hal perluasan bisnis untuk menunjang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Meningkatnya customer base akan berdampak signifikan terhadap pencapaian rencana bisnis Bank terkait dengan realisasi kredit beserta dana pihak ketiga.

Agar secara konsisten dapat memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah khususnya di Kawasan Industri MM2100, efektif pada tanggal 30 Juli 2018, Bank merelokasi Kantor Cabang Pembantu MM2100 ke BeFa SQUARE dari sebelumnya berlokasi di Ruko Mal Bekasi Fajar.

Dalam mendukung langkah strategis melalui penyempurnaan kualitas operasional dan sistem, Bank secara resmi meluncurkan core banking system terbarunya pada tanggal 5 November 2018. Pemutakhiran teknologi ini berjalan dengan lancar tanpa dampak material yang memengaruhi operasional Bank dan diharapkan akan meningkatkan kinerja serta kualitas sistem dan operasional Bank.


TANTANGAN YANG DIHADAPI PADA TAHUN 2018 SERTA PERBANDINGAN TARGET DAN PENCAPAIAN
Sepanjang tahun 2018, Bank telah melalui berbagai tantangan dalam industri perbankan antara lain kondisi makro ekonomi yang belum sepenuhnya kondusif serta tantangan terhadap penurunan kualitas aset. Tekanan kredit bermasalah yang berasal dari penurunan kualitas kredit di beberapa sektor ekonomi telah berdampak pada pembentukan beban penurunan nilai yang tinggi.

Jika dibandingkan dengan Rencana Bisnis Bank secara individu, pencapaian kinerja di tahun 2018 ini dapat dikatakan cukup baik dengan pencapaian total aset dicapai sebesar 109,31% dari target, laba setelah pajak dicapai 68,87% dari target dan total Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dicapai 93,25% dari target.

Sebagai Bank dengan visi menjadi Bank yang paling dapat diandalkan di Indonesia untuk perusahaan-perusahaan lokal dan Jepang dengan menyediakan kualitas layanan keuangan terbaik, menerima masukan dari mitra bisnis dan nasabah menjadi sesuatu hal yang sangat penting dan Bank akan berkomitmen atas setiap saran perbaikan untuk peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.


LANGKAH STRATEGIS
Pada tahun 2018, Bank melaksanakan langkah strategis guna mendukung keberhasilan kinerja, meliputi:

Strategi Perkreditan

  • Meningkatkan kualitas aset produktif dengan secara konsisten menerapkan budaya sadar dan peduli risiko, diantaranya terkait pengendalian internal risiko kredit dilakukan dengan memperbaiki kemampuan analisa kredit dan melaksanakan pelatihan mengenai credit risk awareness secara berkesinambungan.
  • Membentuk Ad-hoc Team of Monitoring and Immediate Recovery for Credit (ATOMIC) yang bertujuan (1) memaksimalkan pengembalian kredit dari kredit bermasalah yang dimiliki Bank dan yang sudah dihapus buku (2) mengelola rasio NPL gross dan NPL net dan (3) mencegah potensi debitur bermasalah baru.
  • Memperkuat struktur basis nasabah lokal dan Jepang guna mendukung peningkatan kredit dan mengurangi risiko konsentrasi kredit. Untuk potensial nasabah Jepang, lebih bekerjasama dengan Grup Resona.
  • Mengeksplorasi grup perusahaan dari debitur yang sudah ada.
  • Menjadi mediator dari calon nasabah ke nasabah (C to C) dengan memfasilitasi nasabah untuk membangun aliansi bisnis baru.

Strategi Pendanaan
Bank melakukan diversifikasi sumber pendanaan dalam hal struktur dan jangka waktu pendanaan. Diversifikasi dilakukan dalam rangka mengurangi risiko konsentrasi pendanaan dan juga menjaga tingkat likuiditas Bank. Bank fokus pada peningkatan dana pihak ketiga sebagai sumber pembiayaan aset produktif, selain itu peningkatan pinjaman dari bank lain yang ditujukan untuk menjaga profil likuiditas Bank pada tingkat yang memadai.

Strategi Permodalan

  • Mempertahankan pencapaian profit Bank untuk terus meningkat.
  • Meningkatkan kualitas kredit, sehingga mengurangi beban penurunan nilai kredit.
  • Melakukan komunikasi kepada pemegang saham secara berkesinambungan untuk meningkatkan modal inti Bank sehubungan dengan rencana permodalan Bank untuk menuju Bank yang berkategori BUKU 3.

Strategi Teknologi Sistem Informasi
Terkait pengembangan teknologi informasi, Bank melaksanakan pembaruan sistem core banking dan beberapa sistem aplikasi serta mengembangkan aplikasi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan mematuhi peraturan yang berlaku. Hal ini dilakukan melalui upgrading sistem core banking disertai dengan pengelolaan risiko sistem yang baik. Selain itu Bank juga melakukan pembaruan pada aplikasi SWIFT, Risk Based Customer (RBC), Cash Transaction Report (CTR), Suspicious Transaction Report (STR), International Fund Transfer Instruction (IFTI), aplikasi trade innovation, aplikasi credit rating, aplikasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), backup sistem aplikasi Human Resource Information System (HRIS) dan peningkatan internal web application.

Sepanjang tahun 2018, Bank sudah mulai melakukan persiapan sehubungan dengan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) 71. Penunjukan konsultan dan pengidentifikasian kesenjangan yang ada dan penyesuaian yang diperlukan terkait klasifikasi instrumen keuangan dan metode penurunan nilai telah dilakukan.

Bank akan terus meningkatkan peranan Teknologi Informasi (TI) demi memaksimalkan proses otomasi untuk efisiensi dan penambahan fitur atau produk yang ditawarkan. Melalui proses transaksi yang semakin mudah dan cepat serta kesesuaian fitur dengan kebutuhan nasabah, Bank akan menghadirkan berbagai kemudahan transaksi bagi nasabah serta meningkatkan nilai tambah Bank sebagai entitas yang adaptif dan responsif.

Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia
Terkait pengembangan sumber daya manusia Bank melakukan inovasi dalam program pelatihan dan investasi secara agresif pada area sumber daya manusia. Realisasi dari rencana bisnis sumber daya manusia selama tahun 2018 adalah :

  1. Menyelenggarakan Officer Development Program (ODP) di tahun 2018, untuk menghasilkan dan mempersiapkan calon pimpinan Bank dimasa datang yang akan mengisi posisi di fungsi bisnis dan fungsi non bisnis.
  2. Melaksanakan program pelatihan berkelanjutan ke Resona Bank, Ltd., bagi tenaga marketing Bank selama 6 (enam) bulan dengan tujuan untuk menyiapkan tenaga marketing yang handal dan dapat menjadi calon pimpinan di Divisi Business Development pada segmen nasabah Jepang di masa yang akan datang dan juga dalam rangka program transfer of knowledge dan sebagai calon suksesor Tenaga Kerja Asing di masa yang akan datang.
  3. Meningkatkan efektifitas pelatihan melalui program lanjutan instruktur internal Bank untuk aktif mengajar (pool of instructor) guna meningkatkan efektifitas pelatihan, selain program pelatihan eksternal.
  4. Mengkaji struktur organisasi baik pada kantor pusat maupun kantor cabang atas beberapa fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan Bank sehingga memiliki fungsi pelaporan dan pemantauan yang lebih baik dan efektif.
  5. Menjalankan program pelatihan berkelanjutan kepada seluruh karyawan sesuai dengan kebutuhan Bank yang meliputi: mandatory training, functional/technical training, soft skill training, dan supervisory dan leadership training. Bank juga melaksanakan program lanjutan pelatihan untuk Direksi dan Dewan Komisaris sesuai ketentuan yang berlaku (bidang pelatihan antara lain business strategic/leadership/functional/risk management training/lainnya).


PENGHARGAAN
Selama tahun 2018, Bank berhasil meraih beberapa penghargaan yaitu:

  1. Tax Payers Award dari Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat atas peran serta sebagai Pembayar Pajak Besar Tahun 2017 di Lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Pusat.
  2. J.P. Morgan Quality Recognition Award dimana Bank menerima penghargaan the 2018 Elite Quality Recognition Award atas Prestasi Luar Biasa sebagai Best in Class MT 202 STP Rate 99,83% dari J.P. Morgan Chase Bank, New York.
  3. Anugerah Perbankan Indonesia VII – 2018 dari Majalah Economic Review atas Kinerja Perusahaan di tahun 2017 dengan mendapatkan Peringkat ke-3 Terbaik Bank Swasta Non Tbk di Indonesia -2018 kategori bank BUKU 2.


PELAKSANAAN TATA KELOLA PERUSAHAAN, TATA KELOLA TERINTEGRASI, DAN MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI
Bank meyakini bahwa penerapan tata kelola diperlukan untuk mendorong terciptanya praktik-praktik bisnis perbankan yang sehat, transparan dan konsisten dengan peraturan perundang-undangan. Bank senantiasa mengimplementasikan seluruh prinsip tata kelola perusahaan atau Good Governance secara konsisten. Dewan Komisaris, Direksi, beserta seluruh karyawan berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola dan prinsip kehati-hatian dalam setiap kegiatan bisnis. Hal ini dilaksanakan sebagai bagian utama dari “governance structure”, dengan didukung ketersediaan dan kesiapan infrastruktur lainnya untuk melakukan proses (governance process). Masing-masing fungsi dan tugas dalam pelaksanaan tata kelola dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip moral dan etika serta praktik bisnis perbankan yang sehat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat dicapai suatu hasil (governance outcome) yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan.

Dalam rangka memastikan penerapan 5 (lima) prinsip dasar Tata Kelola Terintegrasi yang baik, yaitu: TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness), Bank telah melakukan penilaian sendiri (self-assessment) terhadap 13 (tiga belas) faktor penilaian penerapan Tata Kelola Terintegrasi, yaitu penilaian terhadap kualitas manajemen Konglomerasi Keuangan Grup Resona Bank dengan Entitas Utama dan Anggota Konglomerasi Keuangan atas penerapan prinsip Tata Kelola yang Baik. Penilaian ini dilakukan dengan memperhatikan signifikansi atau materialitas suatu permasalahan terhadap penerapan Tata Kelola pada Konglomerasi Keuangan Grup Resona secara keseluruhan, sesuai skala, karakteristik dan kompleksitas usaha Konglomerasi Keuangan Grup Resona.

Konglomerasi Keuangan Grup Resona Bank telah memiliki struktur dan infrastruktur Tata Kelola Terintegrasi yang memadai yang diperlukan dalam proses pelaksanaan prinsip Tata Kelola yang Baik untuk menghasilkan outcome yang sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan Konglomerasi Keuangan Grup Resona.

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi, Komite dan Satuan Kerja pada Bank, penerapan kebijakan, sistem dan prosedur, dan sistem informasi manajemen serta pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing organ Bank telah berjalan dengan baik dan efektif sehingga menghasilkan outcome yang sesuai dengan harapan Pemangku Kepentingan Konglomerasi Keuangan Grup Resona.

Hal tersebut tercermin dari kualitas outcome Tata Kelola Terintegrasi mencakup aspek kualitatif dan aspek kuantitatif berupa kecukupan transparansi laporan keuangan maupun non keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, perlindungan terhadap nasabah, hasil audit, dan kinerja Bank yang senantiasa terjaga dengan baik.

Secara umum, Konglomerasi Keuangan Grup Resona Bank telah menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Terintegrasi dengan hasil penilaian peringkat 2 (BAIK).

Bank sebagai Entitas Utama telah melaksanakan penerapan manajemen risiko terintegrasi berdasarkan POJK No.17/POJK.03/2014 dan SEOJK No.14/SEOJK.03/2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan.

Komite Manajemen Risiko Terintegrasi Bank telah melaksanakan tugasnya dengan baik dengan berpedoman terhadap 4 (empat) prinsip pokok yang diatur oleh OJK, antara lain;

  1. Tata Kelola;
  2. Kerangka Manajemen Risiko;
  3. Proses Manajemen Risiko; dan
  4. Sistem Pengendalian Intern.

Hasil peringkat Risiko Intra-Grup Terintegrasi pada posisi 31 Desember 2018 berada pada peringkat 2.


PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI
Pada tanggal 12 Februari 2018, saya, Ichiro Hiramatsu, efektif menjadi Presiden Direktur menggantikan Bapak Atsushi Tahara. Untuk mencapai visi Bank, beberapa fokus strategi yang akan saya lakukan adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah termasuk didalamnya pengembangan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan para nasabah, pelaksanaan simplifikasi proses bisnis, pengembangan kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dan pengelolaan manajemen risiko yang baik.


MENUJU TAHUN 2019
Pertumbuhan ekonomi  Indonesia pada tahun 2019 diproyeksikan akan mengalami perbaikan pada kisaran 5,0—5,4%. Selain itu, stabilitas ekonomi dunia pun diharapkan turut terjaga. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2019 juga didukung oleh kredibilitas kebijakan makro yang memengaruhi stabilitas inflasi selama empat tahun. Proyeksi ini tentunya dapat menimbulkan pengaruh positif bagi perbankan nasional. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga diperkirakan akan tumbuh, dengan masing-masing persentase 10,0—12,0% dan 8,0—10,0%.

Faktor-faktor yang akan memengaruhi kinerja Bank pada tahun 2019 mencakup:

  • Permintaan sektor rill dan pertumbuhan ekonomi yang akan berdampak pada pertumbuhan kredit.
  • Tren kenaikan suku bunga acuan yang akan memengaruhi tingkat net interest margin Bank.
  • Kondisi likuiditas yang ketat sehingga memengaruhi tingkat pendapatan bunga Bank akibat kenaikan suku bunga simpanan ataupun beban bunga dari pinjaman antar bank.

Pada tahun 2019 prospek investasi masuk ke Indonesia akan cenderung lebih positif sehubungan dengan kecenderungan melunaknya The Federal Reserve System dalam meningkatkan suku bunga acuan selama tahun 2019. Perlu digarisbawahi pula bahwa mayoritas investor global mulai melakukan relokasi portofolio kembali ke negara-negara emerging market.

Hal ini dapat memberikan peluang yang besar bagi Bank untuk melakukan ekspansi kredit dan meningkatkan perolehan dana pihak ketiga. Selain itu juga dapat mendongkrak transaksi valuta asing dan trade finance yang dapat meningkatkan fee-based income.

Pada tahun 2019, Bank akan memiliki beberapa perubahan yang dapat mendukung terhadap kinerja bisnis Bank yaitu:

  1. Perubahan Komposisi Pemegang Saham
    Pada tahun 2019 akan dilakukan pengalihan saham East Asia Indonesian Holdings, Ltd., sebesar 30,00% kepada The Bank of Yokohama, Ltd., serta kepemilikan saham Vision Well, Ltd., sebesar 19,92% kepada Daido Life Insurance Company sebesar 14,90% dan kepada Resona Bank, Ltd., sebesar 5,02%. Perubahan komposisi pemegang saham tersebut akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  2. Pembentukan Divisi Strategic Business
    Bank akan memiliki divisi baru yaitu Divisi Strategic Business yang fokus pada 3C (Corporation, Customer, dan Competitors) yang akan meningkatkan aktivitas pemasaran, mengembangkan potensial produk dan/atau aktivitas baru untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah, mengembangkan kolaborasi Bank dengan pihak internal dan eksternal untuk meningkatkan kepedulian terhadap citra Bank dan meningkatkan sindikasi dengan bank lain dan sebagainya.

Menyambut tahun 2019, Bank akan melanjutkan upaya dalam meningkatkan kinerja baik aspek keuangan maupun non keuangan. Fokus strategi pada tahun 2019 adalah (I) pertumbuhan bisnis melalui peningkatan jumlah kredit, peningkatan dana pihak ketiga, peningkatan pelayanan, peningkatan pendapatan fee dan komisi serta pendapatan valuta asing, (II) pengendalian NPL dan optimalisasi pendapatan pemulihan kredit, (III) penguatan permodalan, dan (IV) penguatan sumber daya manusia.


APRESIASI MENDALAM
Atas nama Direksi, saya menyampaikan terima kasih kepada pemegang saham, Dewan Komisaris dan pemangku kepentingan lainnya atas kepercayaan yang telah diberikan. Saya juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras, dedikasi dan komitmen karyawan dalam memberikan upaya terbaik untuk membantu pencapaian visi dan misi Bank Resona Perdania. Saya berkeyakinan, kepercayaan dan dukungan yang diperoleh akan selalu menjadi motivasi bagi Bank untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik ke depannya. Sebagai “Your Real Partner”, Bank akan senantiasa berkomitmen penuh untuk mencapai hasil yang maksimal berdasarkan kualitas kinerja dan pelayanan yang baik.