About Perdania

Presiden Direktur
Presiden Direktur
Atsushi Tahara

Secara keseluruhan, berkat kerja sama yang baik dari seluruh manajemen dan karyawan, Bank telah merealisasikan rencana bisnisnya dengan tetap menjaga pertumbuhan aset dan profitabilitas. Untuk periode mendatang, Bank tetap yakin untuk dapat merealisasikan pertumbuhan bisnis yang positif dan meraih pencapaian yang lebih baik

Pemegang saham yang terhormat,
Sepanjang tahun 2015 pertumbuhan ekonomi global masih diwarnai dengan berbagai macam tantangan dan kendala seperti belum stabilnya berbagai macam harga komoditas dan nilai tukar dari sebagian mata uang, terutama di Kawasan Eropa dan Asia. Dinamika pertumbuhan ekonomi global tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha dan industri perbankan di Indonesia. Tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,79% merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi terendah selama kurun waktu 6 (enam) tahun terakhir. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan kinerja ekspor akibat adanya pelemahan harga komoditas.

Peran pemerintah sangat besar dalam menstimulus perekonomian sehingga memberikan keyakinan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Peran tersebut terlihat pada berbagai bentuk paket kebijakan ekonomi serta peraturan-peraturan baru yang telah dikeluarkan dalam rangka menggerakkan perekonomian Indonesia.

Kinerja 2015
Seiring dengan perlambatan kondisi ekonomi global yang terjadi, PT Bank Resona Perdania (Bank) tetap mampu mencatatkan pencapaian kinerja yang cukup baik. Hal tersebut tercermin pada total aset yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,25 % dari semula tercatat sebesar Rp15,13 triliun pada tahun 2014 menjadi sebesar Rp16,98 triliun pada akhir tahun 2015.

Selama tahun 2015 ini, Bank berusaha meningkatkan kualitas aset dengan  menyelesaikan kredit bermasalah sehingga rasio NPL gross dan NPL net masing-masing sebesar 1,15% dan 0,95%.

Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian tersebut, Bank dalam melakukan pendekatan bisnisnya selalu mengedepankan prinsip-prinsip kehati-hatian dan mengambil langkah-langkah pencegahan dalam mengelola dan meminimalisasi eksposur risiko.

Bank juga selalu menjaga kecukupan permodalannya, di mana pada akhir tahun 2015 rasio kecukupan permodalan (CAR) mencapai sebesar 24,04%. Salah satu penyebab adanya penguatan permodalan ini dikarenakan adanya realisasi pinjaman subordinasi sebesar USD50 juta dari pemegang saham Bank yaitu Resona Bank, Ltd., Jepang, pada bulan April 2015.

Langkah Strategis
Seluruh pencapaian Bank tersebut tentunya tidak terlepas dari strategi yang efektif yang diterapkan oleh Bank untuk menghadapi kondisi perekonomian dan dalam mempertahankan kinerja Bank. Strategi yang dilakukan Bank yaitu dalam setiap pemberian kredit senantiasa menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian dan mengoptimalkan hubungan dengan nasabah. Bank membentuk Divisi Business Development untuk mengembangkan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Salah satu strategi penguatan permodalan dilakukan dengan melakukan pinjaman subordinasi dari pemegang saham Bank, Resona Bank, Ltd., Jepang. Dan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan pada bulan Juni 2015 diputuskan untuk meningkatkan modal dasar Bank dari Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun. Untuk meningkatkan komitmen sebagai Your Real Partner, Bank juga meluncurkan aplikasi internetbanking terbaru yang diharapkan dapat lebih memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.

Secara keseluruhan, berkat kerja sama yang baik dari seluruh manajemen dan karyawan, Bank telah merealisasikan rencana bisnisnya dengan tetap menjaga pertumbuhan aset dan profitabilitas. Untuk periode mendatang, Bank tetap yakin untuk dapat merealisasikan pertumbuhan bisnis yang positif dan meraih pencapaian yang lebih baik.

Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance-(GCG)) dan Tata Kelola Terintegrasi
Bank menyadari pentingnya pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dalam pelaksanaan dan pencapaian kinerja bisnis. Seluruh Direksi, Dewan Komisaris dan Karyawan memiliki komitmen yang tinggi untuk merealisasikan prinsip-prinsip GCG pada setiap pelaksanaan bisnis dan operasional Bank yaitu transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independen, profesional dan kewajaran.

Berdasarkan POJK No. 18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, Bank telah menerapkan struktur tata kelola perusahaan terintegrasi pada tahun 2015. Penerapan tersebut meliputi pembentukan Komite Tata Kelola Terintegrasi, penyusunan Pedoman Tata Kelola Terintegrasi dan penyesuaian tugas dan tanggung jawab Divisi Kepatuhan, Divisi Manajemen Risiko dan Divisi SKAI untuk memperhitungkan risiko terintegrasi.

Pada tahun 2015, Bank telah melakukan penilaian sendiri GCG dan Tata Kelola Terintegrasi dengan hasil penilaian peringkat GCG Bank dan Tata Kelola Perusahaan Grup Resona Bank yaitu peringkat BAIK.

Perubahan Komposisi Direksi
Berdasarkan Akta No. 1, tanggal 16 Januari 2015, Bapak B. Budijanto Jahja diangkat sebagai Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan dan menggantikan Bapak Muhammad Akbar yang sebelumnya untuk sementara merangkap sebagai Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan dan juga sebagai Direktur Manajemen Risiko.

Prospek 2016
Perekonomian Indonesia di tahun 2016 masih akan melalui berbagai tantangan, di mana masih akan dipengaruhi 4 (empat) faktor yaitu harga komoditas yang masih rendah, pelemahan ekonomi Tiongkok, diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 6,5%-7%, ketidakpastian kebijakan dari the Fed Amerika Serikat dalam menaikkan suku bunga acuan yang dapat mempengaruhi nilai tukar Rupiah dan mata uang lain terhadap Dollar Amerika Serikat dan tingginya jumlah foreign capital outflow. Namun demikian, kami yakin kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dapat memberikan perbaikan kondisi pertumbuhan perekonomian nasional pada kisaran 5,2%-5,6%. Sejalan dengan prospek perbaikan ekonomi, pertumbuhan kredit dan pembiayaan perbankan nasional pada tahun 2016 diperkirakan dalam kisaran 12%-14% yang ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga dalam kisaran 13%-15%.

Memasuki tahun 2016, Bank akan menerapkan kebijakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Potensi peningkatan kredit bermasalah pada sektor perbankan Indonesia masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi. Berbekal komitmen bersama dari seluruh karyawan, Bank akan terus menjaga pertumbuhan aset, profit dan kecukupan permodalan.

Fokus utama penyaluran kredit Bank pada tahun 2016 tetap pada Nasabah Jepang dan Lokal dan mulai dari tahun ini Bank akan mulai mengoptimalkan peluang bisnis Tiongkok di Indonesia serta menambahkan mata uang Chinese Yuan (CNY) untuk transaksi perbankan.

Peningkatan credit risk awareness, penguatan kualitas sumber daya manusia pada bidang yang terkait aktivitas perkreditan, peningkatan permodalan Bank dan menjaga rasio kecukupan modal Bank, peningkatan standar pelayanan dan prosedur operasional Bank serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan proses perekrutan yang sesuai dengan kebutuhan Bank, pemetaan fungsi dan tugas organisasi, memperbaiki desain program pendidikan, dan memperjelas jalur karir karyawan merupakan fokus utama Bank pada tahun 2016 ini sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis Bank dan tetap mempertahankan peringkat kesehatan Bank.

Penghargaan yang Tinggi
Mewakili seluruh anggota Direksi, izinkan saya menutup laporan ini dengan menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada para pemegang saham, Dewan Komisaris, mitra usaha, karyawan dan seluruh masyarakat atas kepercayaan yang diberikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Regulator yang telah memberikan pengarahan sebagai upaya meningkatkan kinerja Bank. Dengan dukungan penuh dari seluruh pihak, kami yakin Bank Resona Perdania dapat “membumbung bersama-sama ke tingkat yang lebih tinggi” sebagai Your Real Partner untuk terus mewujudkan pertumbuhan yang signifikan dan memberikan hasil terbaik.

 Atas nama Direksi,


Atsushi Tahara
Presiden Direktur