About Perdania

Presiden Direktur
Presiden Direktur
Atsushi Tahara

Bank Resona Perdania mengambil sejumlah langkah strategis dan fokus pada upaya konsolidasi sehingga menjadikan tahun 2016 sebagai fondasi terhadap pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia

Yang kami hormati para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan lainnya,

Perekonomian global di tahun 2016 secara umum masih mengalami perlambatan dan ketidakpastian kondisi pasar finansial global, yang mengakibatkan proses pemulihan perekonomian dunia belum sesuai dengan ekspektasi dari para kalangan ekonom dan pelaku usaha. Kondisi perekonomian tersebut juga dipicu oleh perlambatan laju pertumbuhan perekonomian negara-negara maju, kecuali Amerika Serikat yang menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang positif. Sementara itu, meski dilanda ketidakpastian, pasar keuangan dunia membaik sejalan dengan menyempitnya divergensi kebijakan moneter antar negara maju. Dampak risiko perekonomian Tiongkok diharapkan menjadi stimulus bagi ekonomi dunia yang masih belum pulih seperti yang diharapkan.

Di sisi domestik, meski kondisi ekonomi dunia yang belum pulih sepenuhnya, ekonomi nasional mampu menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto) ke tingkat 5,02% di tahun 2016 dari 4,88% di tahun 2015.

Pertumbuhan ekonomi tersebut belum diimbangi dengan peran dari dunia perbankan sebagai fungsi intermediasi keuangan. Pertumbuhan kredit sebesar 7,9% di tahun 2016 masih lebih rendah dibanding pertumbuhan kredit di tahun 2015 yang mencapai 10,5%. Rendahnya pertumbuhan kredit ini diakibatkan oleh permasalahan struktural yang kurang baik seperti ketidakseimbangan struktur industri dan rendahnya produktivitas, serta meningkatnya kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit.

Namun demikian, industri perbankan nasional tetap berhasil mencatatkan profitabilitas dan permodalan yang cukup baik, terlihat dari rata-rata Return on Asset (ROA) sebesar 2,2% dan rata-rata Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai sebesar 22,9% pada tahun 2016.

 

Performa 2016

Meskipun kondisi perekonomian dan perbankan nasional di tahun 2016 belum stabil dan penuh tantangan, Bank Resona Perdania (Bank) mampu mengatasi berbagai tantangan tersebut dengan mengambil sejumlah kebijakan strategis dalam rangka menjalankan konsolidasi internal. Hal ini diwujudkan melalui perbaikan dan penguatan fungsi-fungsi dari berbagai bidang, perbaikan pola kerja dalam rangka penerapan efisiensi dan menindaklanjuti permasalahan yang timbul dengan mencari solusi terbaik. Seluruh kebijakan dan langkah-langkah perbaikan ditempuh untuk menjadikan tahun 2016 sebagai fondasi untuk perkembangan berkelanjutan Bank di tahun-tahun mendatang.

Dalam setiap langkah dan kebijakan strategis yang diambil oleh Direksi juga didukung oleh kinerja yang baik dari komite-komite yang dibentuk oleh Direksi sesuai dengan kebutuhan Bank yaitu Komite Kebijakan Perkreditan, Komite Kredit, Komite Sistem Informasi dan Teknologi, Komite Aset dan Liabilitas, Komite Riset dan Pengembangan Produk serta Komite Manajemen Risiko Terintegrasi. Direksi menilai bahwa selama tahun 2016, komite-komite di bawah Direksi telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Fokus kinerja Bank selama tahun 2016 terutama adalah pada peningkatan kualitas aset. Bank meningkatkan kualitas asetnya dengan menerapkan langkah penyaluran kredit secara lebih selektif serta menggunakan prinsip kehati-hatian dalam memelihara kinerja Bank.

Sebagai langkah strategi konsolidasi, per Desember 2016, Bank membukukan aset sebesar Rp15,44 triliun atau mengalami penurunan 9,1% dari tahun 2015. Total kredit yang diberikan Bank mengalami penurunan 7,3% menjadi Rp9,93 triliun dibandingkan jumlah di tahun sebelumnya. Pada tahun 2016, Bank terus melakukan upaya-upaya perbaikan terhadap kualitas aset produktif yang dimiliki melalui peningkatan pengelolaan risiko kredit, peningkatan credit risk awareness pada seluruh elemen Bank dan penyelesaian beberapa kredit bermasalah. Per tahun 2016, rasio NPL gross dan NPL net Bank masing-masing sebesar 2,10% dan 1,29%.

Dari sisi pendanaan, pada bulan Februari 2016, Bank telah sukses menerbitkan Medium Term Note VI sebesar Rp500 miliar dengan peringkat idAA- (double A minus). Penerbitan ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan dukungan pemangku kepentingan terhadap Bank. Pada tahun 2016, Bank membukukan pinjaman yang diterima sebesar Rp3,85 triliun dan perolehan dana pihak ketiga sebesar Rp7,39 triliun.

Kinerja rentabilitas Bank dicapai cukup baik, di mana pada tahun 2016 Bank masih membukukan laba setelah pajak sebesar Rp148,66 miliar. Walaupun pencapaian laba tersebut mengalami penurunan sebesar 13,5%, namun pencapaian profit ini cukup memadai dan memberikan kontribusi yang positif pada permodalan Bank.

Selain itu, Bank memiliki kecukupan permodalan yang sangat baik di mana pada Desember 2016 rasio CAR dicapai sebesar 26,82% atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan rasio CAR sebesar 24,04% di tahun 2015.

 

Tantangan yang Dihadapi Pada Tahun 2016 serta Target Vs Pencapaian

Pada tahun 2016 ini, tantangan yang dihadapi Bank dalam menjalankan usahanya meliputi kondisi makro ekonomi yang belum sepenuhnya kondusif dan penurunan kualitas aset. Tekanan NPL yang berasal dari penurunan kualitas kredit di beberapa sektor ekonomi telah berdampak pada pembentukan biaya pencadangan yang cukup tinggi.

Jika dibandingkan dengan Rencana Bisnis Bank secara individu, pencapaian kinerja di tahun 2016 ini dapat dikatakan baik dengan pencapaian total aset dicapai sebesar 97,6% dari target, laba setelah pajak dicapai 70,0% dari target dan total modal KPMM dicapai 102,6% dari target.

 

Langkah Strategis

Kinerja keuangan yang baik pada tahun 2016 tercapai melalui sejumlah langkah strategis yang diambil oleh Bank, yaitu:

Strategi Konsolidasi

Bank melaksanakan penyempurnaan internal yang mencakup peningkatan fungsi divisi, perbaikan proses operasional, peningkatan sumber daya manusia, perbaikan proses kredit dan efisiensi operasional bisnis. Semua ini pada gilirannya akan berguna sebagai fondasi Bank untuk tumbuh dan berkembang di tahun-tahun berikutnya.

Strategi Perkreditan

Bank meningkatkan credit risk awareness pada setiap unit yang terkait dengan proses pemberian kredit, penambahan jumlah debitur baik dari perusahaan lokal maupun Jepang serta optimalisasi kerjasama dengan perusahaan induk dalam hal pembiayaan perusahaan Jepang yang baru didirikan. Selain pemberian kredit utama kepada sektor manufaktur, sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia, Bank mendukung program pemerintah secara tidak langsung kepada sektor-sektor ekonomi stratejik domestik antara lain sektor energi, perikanan dan kelautan serta pariwisata. Dukungan ini dilakukan melalui pemberian kredit kepada debitur yang merupakan perusahaan pendukung dari sektor-sektor tersebut. Bank juga mendukung pemberian kredit ekspor kepada sektor non migas dimana pada tahun 2016 tercatat sebesar Rp1,8 triliun.

Strategi Pendanaan

Bank memperkuat struktur basis nasabah guna mendukung peningkatan sumber pendanaan sehingga pembiayaan dana murah dapat diperoleh dan mengurangi risiko konsentrasi pendanaan.

Strategi Permodalan

Bank senantiasa memelihara pencapaian profit Bank, meningkatkan kualitas pemberian kredit kepada debitur yang berkualitas, sehingga mengurangi pembentukan CKPN, dan Bank akan terus berusaha untuk mendapatkan konsensus atau kerjasama untuk meningkatkan modal Bank dari para pemegang saham seperti penambahan modal disetor.

Strategi Sistem Informasi dan Teknologi

Bank terus menyempurnakan aplikasi internet banking sehingga lebih efektif dan dapat diandalkan agar dapat memenuhi kebutuhan transaksi perbankan nasabah serta berencana untuk meng-upgrade atau mengganti sistem core banking sehingga dapat memenuhi kebutuhan bisnis Bank ke depannya.

 

Penghargaan 2016

Di tahun 2016, Bank meraih beberapa penghargaan penting yaitu:

  • Infobank Trophy 2016 dari Majalah Infobank atas kinerja keuangan “Sangat Bagus” selama 10 tahun terakhir dan Penghargaan atas kinerja keuangan “Sangat Bagus” pada tahun 2015.

  • Anugerah Perbankan Indonesia V-2016 dari Majalah Economic Review, PT Bank Resona Perdania mendapatkan 9 (sembilan) kategori penghargaan, di antaranya adalah Peringkat-3 kategori BUKU 2, Peringkat-1 untuk kategori Teknologi Informasi dan Risk Management, Peringkat-2 kategori Human Capital dan Peringkat-3 kategori Good Corporate Governance.

  • J.P. Morgan Recognition Award Tahun 2016, yang di dalamnya PT Bank Resona Perdania menerima penghargaan The 2016 Elite Quality Recognition Award atas Prestasi Luar Biasa sebagai Best in Class MT 202 STP Rate 99.92% dan Best in Class MT 103 STP Rate 98.95% dari J.P. Morgan Chase Bank, New York. Hal ini membuktikan konsistensi PT Bank Resona Perdania dalam menerapkan manajemen pengiriman uangnya yang berkualitas dan berstandar tinggi.

  • Warta Ekonomi Best Banking Award 2016, yang di dalamnya Bank menerima penghargaan sebagai The Winner of Best Banking Brand 2016 for Best Reputation, Best Service, dan Most Efficient Title.

 

Pelaksanaan Tata Kelola yang Baik (Good Governance), Tata Kelola Terintegrasi dan Manajemen Risiko Terintegrasi

Berdasarkan konsep tata kelola yang baik, Bank dengan segenap unsur-unsur pendukungnya telah berhasil secara konsisten mengaplikasikan prinsip-prinsip good governance pada seluruh aspek operasional dan melakukan implementasinya secara berkesinambungan. Dengan menggunakan POJK No. 18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan sebagai panduan, Bank memastikan bahwa poin-poin dari peraturan tersebut telah terpenuhi secara komprehensif. Pembentukan Komite Tata Kelola Terintegrasi, penyusunan Pedoman Tata Kelola Terintegrasi dan penyesuaian tugas dan tanggung jawab Divisi Kepatuhan, Divisi Manajemen Risiko, dan Divisi SKAI untuk memperhitungkan risiko terintegrasi telah dilakukan sejak tahun 2015 dan semakin disempurnakan di tahun 2016.

Transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi dan kewajaran menjadi pedoman bagi Bank untuk selalu melindungi hak seluruh pemangku kepentingan dan untuk mengaktualisasikan bisnis yang sehat. Konsistensi tersebut tercermin pada hasil penilaian sendiri good governance dan Tata Kelola Terintegrasi tahun 2016 yang kembali meraih peringkat BAIK.

Dalam hal komposisi Direksi, per 1 Oktober 2016, Bapak Muhammad Akbar secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur. Posisi Direktur yang membawahkan Divisi Manajemen Risiko dan Divisi Credit Examination sementara dirangkap oleh Bapak B. Budijanto Jahja yang saat ini bertugas sebagai Direktur yang membawahkan Fungsi Kepatuhan.

Namun, atas rangkap jabatan tersebut Bapak B. Budijanto Jahja tidak memiliki hak suara dan keputusan lain yang bertentangan dengan fungsinya sebagai Direktur Kepatuhan.

Pada tanggal 6 Januari 2017, posisi rangkap jabatan tersebut sudah tidak ada karena Bapak R. Djoko Prayitno telah efektif diangkat sebagai Direktur yang membawahkan Divisi Manajemen Risiko dan Divisi Credit Examination.

Bank sebagai Entitas Utama telah melaksanakan penerapan manajemen risiko terintegrasi berdasarkan POJK No. 17/POJK.03/2014 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan.

Komite Manajemen Risiko Terintegrasi Bank telah melaksanakan tugasnya dengan baik dengan berpedoman terhadap 4 prinsip pokok yang diatur oleh OJK, antara lain;

1. Tata Kelola;

2. Kerangka Manajemen Risiko;

3. Proses Manajemen Risiko;

4. Sistem Pengendalian Intern.

 

Menuju Tahun 2017

Bank optimis akan kondisi tahun 2017, di mana kondisi perekonomian global dan nasional menekankan pada fase pemulihan yang akan terus berlanjut dalam segi kredit perbankan maupun pembiayaan pasar modal. Peningkatan aktivitas ekonomi juga akan terus terjadi. Pertumbuhan ekonomi pun diperkirakan meningkat pada kisaran 5,0%-5,4% seiring dengan optimisme permintaan domestik dan kenaikan harga-harga komoditas ekspor Indonesia. Sektor perbankan juga diprediksi akan terus membaik. Kredit dan dana pihak ketiga diperkirakan akan tumbuh masing-masing pada kisaran 10% - 12% dan 9% - 11%.

Bank akan menyikapi pertumbuhan ekonomi tersebut dengan mengoptimalkan peluang yang ada dan menetapkan langkah-langkah strategis demi meningkatkan kinerja dan pertumbuhan aset Bank di tahun-tahun mendatang. Bank akan senantiasa meningkatkan layanannya terhadap kebutuhan nasabah, membangun sumber daya yang unggul, mencapai produktivitas dan efektivitas yang lebih baik serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan keuangan Bank.

Hal tersebut diperkuat dengan pengalaman Bank dalam melayani bisnis keuangan dan industri perbankan selama lebih dari 58 tahun, sehingga sudah banyak dikenal oleh perusahaan Jepang, perusahaan patungan Indonesia–Jepang maupun perusahaan lokal yang berbisnis dengan perusahaan Jepang. Bank juga yakin dapat melakukan ekspansi usahanya dan menyediakan layanan perbankan yang lebih baik lagi melalui manajemen yang solid, independen dan profesional dalam pengambilan keputusan yang menyangkut bisnis Bank. Dalam meraih tujuan tersebut, Bank ditunjang oleh tenaga ekspatriat dari Jepang yang berpengalaman luas di bidang perbankan, dan karyawan lokal yang loyal, mampu dan cakap dalam menjalankan kegiatan operasional Bank. Selain itu, database perusahaan campuran Indonesia-Jepang dan perusahaan lokal yang memiliki hubungan bisnis dengan nasabah Jepang turut memudahkan Bank dalam proses tersebut.

Bank juga akan menaruh perhatian besar pada aspek-aspek penunjang Bank seperti Tata Kelola Terintegrasi, Sumber Daya Manusia (SDM), struktur modal, dan Teknologi Informasi (IT). Pengendalian internal akan diperkuat dengan meningkatkan fungsi-fungsi tata kelola, manajemen risiko,kepatuhan, dan SKAI. Kecukupan SDM pada setiap unit kerja akan diimbangi dengan kecakapan dan profesionalisme.

Permodalan Bank akan selalu dijaga dengan peningkatan kualitas aset dan profitabilitas yang dimiliki. Sementara untuk aspek IT, Bank berencana untuk meningkatkan core banking system dan mengembangkan layanan baru seperti MT940 dan e-statement. Seluruh upaya ini adalah wujud nyata dari komitmen Bank dalam rangka meningkatkan pelayanan dan menyuguhkan pengalaman perbankan terbaik kepada para nasabah.

 

Apresiasi Mendalam

Akhir kata, atas nama seluruh jajaran Direksi, saya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang selalu mendukung kinerja Bank Resona Perdania, kepada Dewan Komisaris atas pengawasan dan arahannya, kepada pemegang saham atas kepercayaannya sehingga Bank dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik, kepada seluruh karyawan atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menghadapi setiap tantangan yang ada, serta kepada seluruh nasabah atas loyalitasnya terhadap Bank. Tidak lupa kami sampaikan apresiasi yang besar kepada pihak regulator yang membimbing langkah kami agar tetap menjadi entitas yang berintegritas dan dapat diandalkan. Ke depannya, Bank Resona Perdania akan selalu memberikan upaya terbaik dan terus menyempurnakan diri untuk menjadi “Your Real Partner”.

 

Atas nama Direksi,


Atsushi Tahara
Presiden Direktur