About Perdania

Presiden Direktur
Presiden Direktur
Ichiro Hiramatsu

PARA PEMEGANG SAHAM DAN PEMANGKU KEPENTINGAN YANG KAMI HORMATI,
Atas nama Direksi Bank Resona Perdania (“Bank”), perkenankan saya menyampaikan pencapaian kinerja Bank untuk tahun buku 2019. Saya bersyukur dapat melalui tahun ini dengan mengubah segala tantangan dan rintangan menjadi sebuah peluang besar untuk bertumbuh. Berbekal dukungan penuh dari pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, Bank berhasil merealisasikan kinerja yang positif untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Langkah strategis Bank untuk mewujudkan hal tersebut antara lain dengan memaksimalkan penyaluran kredit kepada nasabah, perbaikan kualitas sumber daya manusia, penerbitan aktivitas baru yaitu Aktivitas Referensi untuk Produk Bancassurance (Refferal Activities for Bancassurance Product), dan perolehan pendapatan non operasional. Proses perubahan pemegang saham telah terlaksana, di mana The Bank of Yokohama,Ltd. (“Bank of Yokohama/BOY”) dan Daido Life Insurance Company (“DAIDO”) bergabung menjadi pemegang saham menggantikan East Asia Indonesian Holdings, Ltd. dan Vision Well, Ltd. Perubahan pemegang saham ini diharapkan dapat memperluas ekspansi nasabah serta mengakselerasi pertumbuhan bisnis.

KONDISI EKONOMI DAN PERBANKAN 2019
Kondisi ketidakpastian perekonomian global masih berlanjut dengan tingkat pertumbuhan sebesar 2,9% yang merupakan pertumbuhan terendah sejak krisis tahun 2008. Kondisi ekonomi global yang melambat menyebabkan bank sentral di berbagai belahan dunia, terutama Bank Sentral Amerika Serikat (“The Fed”) menurunkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (“FFR”) sebanyak 75 bps dari 2,50% menjadi 1,75% untuk mengantisipasi dampak dari perlambatan ekonomi global terhadap perekonomian AS.

Perekonomian Indonesia di tahun 2019 juga turut menghadapi tantangan yang cukup berat, baik dari faktor eksternal maupun internal. Perlambatan yang terjadi pada ekonomi global berdampak pada beberapa kegiatan perekonomian di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia seperti laju investasi, kegiatan ekspor dan impor, serta aktivitas dunia usaha di dalam negeri.

Dalam hal permintaan kredit, khususnya kredit korporasi di tahun 2019, mengalami pelemahan. Hal ini membuat laju pertumbuhan kredit di tahun 2019 mengalami perlambatan. Pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 6,08%. Kondisi serupa juga terjadi pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (“DPK”) yang mengalami perlambatan dan tercatat sebesar 6,54%. Kendati demikian, kondisi perbankan di Indonesia masih terjaga dengan baik. Hal ini ditandai dengan rasio kecukupan modal (“Capital Adequacy Ratio/CAR”) rata-rata industri perbankan berada di level 23,31% dengan rasio kredit bermasalah (“Non-Performing Loan/NPL”) sebesar 2,53% untuk NPL gross dan 1,18% untuk NPL net.

Menghadapi kondisi perekonomian Indonesia yang dinamis dan penuh tantangan, Bank mengambil sikap prudent di mana penyaluran kredit dilakukan dengan sangat selektif. Pada tahun 2019, Bank berfokus pada penyelesaian kredit bermasalah yang dimiliki dan mengoptimalkan tingkat pengembalian dari kredit bermasalah dan kredit yang dihapus buku. Meskipun menurunnya kinerja bisnis debitur tidak dapat terelakkan hingga menyebabkan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang tinggi, Bank berusaha untuk meminimalkan penurunan kinerja keuangan melalui pengelolaan biaya perusahaan yang efisien dan pengelolaan biaya pendanaan Bank.

KINERJA BANK 2019
Pada tahun 2019, kebijakan strategis untuk mendukung pencapaian kinerja operasional dan kinerja keuangan Bank cukup baik. Bank dapat mengambil langkah yang efektif untuk meminimalkan penurunan kinerja keuangan dalam kondisi perekonomian yang cukup sulit di tahun 2019 ini. Bank membukukan laba setelah pajak sebesar Rp7,0 miliar dan membukukan rugi operasional sebesar Rp86,6 miliar. Kerugian operasional ini diakibatkan adanya pembentukan beban penurunan nilai dan penurunan kinerja pendapatan bunga bersih di mana pada tahun 2019 dibukukan sebesar Rp457,6 miliar dari tahun 2018 sebesar Rp474,0 miliar.

Total aset dan total kredit bersih masing-masing tercatat sebesar Rp17,4 triliun dan Rp11,9 triliun, jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018, total kredit bersih mengalami pertumbuhan sebesar 1,22% sedangkan total aset mengalami penurunan sebesar 4,03%.

Kinerja rasio keuangan Bank dapat terjaga dengan baik, di mana rasio kecukupan modal (“CAR”) Bank tercapai sebesar 21,27%. Pencapaian ini masih jauh lebih tinggi dari yang dipersyaratkan oleh regulator. Rasio likuiditas juga tercatat cukup baik meskipun terdapat sedikit penurunan di tahun 2019 dibandingkan pencapaian di tahun 2018 di mana rasio LDR tercatat sebesar 109,18%. Sedangkan untuk rasio kualitas aset juga masih berada di bawah ketentuan regulator, tercatat NPL gross dan NPL net masing-masing sebesar 2,68% dan 1,83%.

Optimalisasi pemulihan kredit bermasalah Bank tidak terlepas dari langkah strategis manajemen dalam memaksimalkan fungsi Ad-hoc Team of Monitoring and Immediate Recovery for Credit atau disingkat “ATOMIC” yang memiliki tugas dan fungsi utama untuk memperbaiki kualitas aset Bank. ATOMIC dipimpin langsung oleh Presiden Direktur. Sehubungan dengan pentingnya peran ATOMIC yang dinilai hasilnya sangat efektif, maka pada bulan Juli 2019, penugasan ATOMIC diperpanjang hingga akhir Juni 2020. Secara rinci, ATOMIC bertujuan untuk: (1) memaksimalkan pengembalian kredit dari kredit bermasalah yang dimiliki Bank dan yang sudah dihapus buku, (2) memelihara dan mengelola NPL gross dan NPL net, (3) mencegah timbulnya debitur bermasalah yang baru. Selain mengoptimalisasikan fungsi ATOMIC, efektif pada tahun 2019 Bank juga membentuk Special Working Team for Realization of Advance Credit Management (“STREAM”) yang juga dipimpin oleh Presiden Direktur dan memiliki fungsi untuk meningkatkan serta mewujudkan pengelolaan kredit Bank yang lebih baik. Aktivitas STREAM adalah melakukan peninjauan atas proses pemberian kredit dan alur kerja serta struktur organisasi perkreditan Bank.

Tahun 2019, tepatnya pada tanggal 24 Juli 2019, Bank telah melaksanakan pergantian pemegang saham di mana The Bank of Yokohama, Ltd. efektif menjadi pemegang saham Bank Resona Perdania dengan mengambil alih 30,00% saham milik East Asia Indonesian Holdings, Ltd. Pada tanggal yang sama, Daido Life Insurance Company dan Resona Bank, Ltd. efektif mengambil alih masing-masing 14.90% dan 5.02% saham Bank Resona Perdania dari Vision Well, Ltd. sehingga total kepemilikan saham Resona Bank,Ltd. menjadi sebesar 48,44%. Dengan terjalinnya kerjasama dengan The Bank of Yokohama, Ltd., dan Daido Life Insurance Company diharapkan dapat memperluas ekspansi bisnis Bank ke depannya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan jasa kepada para nasabah setia, pada tanggal 5 Desember 2019, Bank bekerjasama dengan Panin Dai-ichi Life meluncurkan Bancassurance dengan nama Smart Infinite Protection. Dalam aktivitas baru ini, Bank berperan untuk mereferensikan nasabah Bank kepada Panin Dai-ichi Life selaku perusahaan asuransi dengan sebelumnya meminta persetujuan dari nasabah. Diharapkan jasa baru ini dapat melengkapi rangkaian solusi finansial yang disediakan Bank kepada para nasabah.

Pada akhir tahun 2019, Bank melakukan aksi korporasi untuk menambah nilai ekuitas perusahaan anak PT Resona Indonesia Finance (RIF) sebesar Rp50 miliar melalui pinjaman pemegang saham perpetual. Penambahan ekuitas ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Bank untuk memperkuat permodalan dan likuiditas RIF dalam menjalankan serta mengembangkan kegiatan usahanya. Aksi korporasi ini juga dilakukan sebagai pemenuhan ketentuan peraturan OJK No.35/POJK.05/2018 di mana perusahaan pembiayaan, dalam hal ini RIF, wajib memiliki ekuitas paling sedikit Rp100 miliar per posisi 31 Desember 2019.

TANTANGAN YANG DIHADAPI PADA TAHUN 2019 SERTA PERBANDINGAN TARGET DAN PENCAPAIAN
Sepanjang tahun 2019, Bank telah melalui berbagai tantangan dalam industri perbankan antara lain kondisi perekonomian global dan nasional yang belum sepenuhnya kondusif serta tantangan terhadap penurunan kualitas aset. Tekanan kredit bermasalah yang berasal dari penurunan kualitas kredit di beberapa sektor ekonomi telah berdampak pada pembentukan beban penurunan nilai.

Jika dibandingkan dengan Rencana Bisnis Bank secara individu, pencapaian kinerja di tahun 2019 ini dapat dikatakan cukup baik dengan pencapaian total aset dicapai sebesar 91,10% dari target, laba setelah pajak dicapai 45,75% dari target dan total Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (“KPMM”) dicapai 109,91% dari target.

Sebagai Bank dengan visi “Menjadi Bank yang paling dapat diandalkan di Indonesia untuk perusahaan-perusahaan lokal dan Jepang dengan menyediakan kualitas layanan keuangan terbaik”, menerima masukan dari mitra bisnis dan nasabah menjadi sesuatu hal yang sangat penting dan Bank akan berkomitmen atas setiap saran perbaikan untuk peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.

LANGKAH STRATEGIS
Pada tahun 2019, Bank telah melakukan berbagai upaya merealisasikan langkah-langkah strategis guna mendukung pencapaian kinerja bisnis Bank, meliputi:

Strategi Perkreditan

  • Melakukan pembiayaan kepada pemasok (supply chain financing) dengan mengoptimalkan   hubungan bisnis dengan nasabah yang sudah ada dengan mencari peluang untuk mengembangkan   hubungan bisnis baru dengan pembeli dan pemasok dari nasabah yang sudah ada.
  • Memperluas customer base dengan mengembangkan sistem pemasaran yang efektif dan menambah   kontak nasabah. Selain itu bekerja sama dengan jaringan Grup Resona serta pemegang saham   baru yaitu The Bank of Yokohama, Ltd. dan Daido Life Insurance Company.
  • Melakukan optimalisasi penggunaan fasilitas kredit yang belum terpakai.
  • Menjadi penghubung Customer to Customer (C to C) dengan memfasilitasi mereka untuk membangun aliansi bisnis baru.
  • Meningkatkan jumlah kredit sindikasi khususnya di sektor infrastruktur melalui arranger bank yang memiliki reputasi yang baik (bank swasta, pemerintah dan Institusi Keuangan Multilateral).

Strategi Pendanaan
Meningkatkan dana pihak ketiga dengan: (i) menjadikan bank sebagai transaction banking bagi debitur untuk menerima pembayaran piutang penjualan nasabah melalui rekening giro nasabah di Bank dan meningkatkan porsi simpanan minimal sesuai porsi kredit yang diberikan; dan (ii) memberikan tingkat suku bunga yang kompetitif kepada nasabah yang sudah ada maupun yang baru.

Strategi Permodalan

  • Menjaga konsistensi pencapaian kenaikan profit Bank.
  • Meningkatkan kualitas kredit sehingga mengurangi beban penurunan nilai kredit.
  • Melakukan perubahan komposisi pemegang saham.
  • Mengendalikan pembayaran dividen pada tingkat yang wajar dan yang dapat diterima oleh pemegang saham.

Strategi Pelayanan kepada Nasabah

  • Meningkatkan fitur internet banking sesuai kebutuhan nasabah.
  • Melakukan implementasi e-note.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan sistem pada call center seperti automatic attendant system.

Strategi Sumber Daya Manusia

  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
  • Menempatkan key successor person pada setiap divisi atau unit kerja.
  • Meningkatkan efektivitas struktur organisasi Bank.
  • Mengembangkan reward system untuk pegawai yang memberikan kontribusi terbaik.

Strategi Penyelesaian Kredit Bermasalah dan Kredit yang Dihapus Buku

  • Melakukan restrukturisasi kredit.
  • Melakukan penjualan aset jaminan debitur untuk proses penyelesaian kredit.

Strategi Teknologi Informasi
Melaksanakan pembaruan, pengembangan dan/atau pelaksanaan sistem untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Aplikasi PSAK 71 mulai dilakukan secara paralel pada semester kedua tahun 2019.

Strategi Manajemen Risiko
Meningkatkan kualitas aset produktif secara konsisten dengan menerapkan budaya sadar dan peduli risiko, di antaranya terkait pengendalian internal risiko kredit dilakukan dengan memperbaiki kemampuan analisa kredit, mekanisme credit ceiling, serta melaksanakan pelatihan mengenai credit risk awareness secara berkesinambungan kepada seluruh karyawan terutama marketing, Divisi Credit Examination dan Divisi Kredit.

Strategi Tata Kelola
Menerapkan secara konsisten budaya kepatuhan termasuk di dalamnya mengenai pelaksanaan Anti Pencucian Uang-Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT).

Strategi Pengembangan Bisnis

  • Mengarahkan seluruh account officer dari Divisi Business Development dan dealer dari   Divisi Treasury untuk meningkatkan jumlah nasabah dan menerapkan sistem pemasaran yang   efektif dalam rangka pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
  • Meningkatkan fungsi kantor cabang sebagai profit center sehingga dapat mendukung   pencapaian rencana bisnis Bank.
  • Berpartisipasi dalam mendukung sektor ekonomi yang menjadi prioritas dalam kebijakan   pemerintah Indonesia.
  • Menerbitkan aktivitas baru yaitu referensi Bancassurance yang diharapkan dapat   meningkatkan fee based income Bank.

Strategi Keuangan Berkelanjutan
Menerapkan aksi keuangan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan daya tahan dan daya saing Bank sehingga mampu tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan serta berkontribusi pada komitmen nasional atas permasalahan pemanasan global. Penerapan dilakukan melalui pengembangan kapasitas intern Bank, penyesuaian organisasi, manajemen risiko, tata kelola, standard operational procedure dan/atau pengembangan produk/jasa keuangan berkelanjutan.

Strategi Rencana Relokasi Kantor Pusat
Melakukan relokasi kantor pusat setelah gedung baru di Jalan Sudirman selesai dibangun dan siap untuk ditempati. Dengan relokasi ini diharapkan Bank dapat memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada para nasabah. Tahun 2019, Bank melakukan seleksi vendor yang akan melakukan renovasi kantor pusat pada gedung baru.

PENGHARGAAN
Pada tahun 2019, PT Bank Resona Perdania mendapatkan 3 (tiga) penghargaan, yaitu:

  1. Indonesia Best Bank Award 2019 dari Warta Ekonomi sebagai Bank Berpredikat “SEHAT” pada Kategori BUKU 2 dengan Aset Antara Rp10 – 20 Triliun. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tinggi kepada bank-bank dengan kinerja optimal sehingga berdampak positif terhadap kondisi tingkat kesehatan Bank. Penghargaan tersebut didasarkan atas penilaian terhadap Risk Based Bank Rating (RBBR) yang variabel di dalamnya meliputi aspek profil risiko, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), permodalan dan kinerja intermediasi yang terdiri dari pertumbuhan kredit dan pertumbuhan dana pihak ketiga. Acara pemberian penghargaan berlangsung di Ballroom Balai Kartini, Jakarta dan Bapak Iding Suherdi selaku Direktur Bank Resona Perdania mewakili untuk menerima penghargaan tersebut. Melalui kerja sama yang sangat baik antar jajaran manajemen dan karyawan, Bank Resona Perdania akan terus berusaha untuk menjadi Bank yang terpercaya, maju, dan berkembang bersama nasabah.
  2. Bank Resona Perdania untuk kedua kalinya secara berturut-turut menerima penghargaan Tax  Payers Award dari Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah DJP Jakarta Pusat Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Pusat atas Peran Serta Sebagai Pembayar Pajak besar Tahun    2018 di Lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Pusat.
  3. Bank Resona Perdania menerima penghargaan The 2019 Elite Quality Recognition Award atas Prestasi Luar Biasa sebagai Best-in-Class MT 202 STP Rate 99,79% dari J.P. Morgan Chase Bank, N. A. Hal ini membuktikan konsistensi Bank Resona Perdania dalam menerapkan       manajemen pengiriman uangnya yang berkualitas dan berstandar tinggi.

PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN, TATA KELOLA TERINTEGRASI, DAN MANAJEMEN RISIKO TERINTEGRASI
Bank meyakini bahwa penerapan tata kelola diperlukan untuk mendorong terciptanya praktik-praktik bisnis perbankan yang sehat, transparan dan konsisten dengan peraturan perundang-undangan. Bank senantiasa mengimplementasikan seluruh prinsip tata kelola perusahaan atau Good Governance secara konsisten. Dewan Komisaris, Direksi, beserta seluruh karyawan berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola dan prinsip kehati-hatian dalam setiap kegiatan bisnis. Hal ini dilaksanakan sebagai bagian utama dari “governance structure”, dengan didukung ketersediaan dan kesiapan infrastruktur lainnya untuk melakukan proses (governance process). Masing-masing fungsi dan tugas dalam pelaksanaan tata kelola dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip moral dan etika serta praktik bisnis perbankan yang sehat sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat dicapai suatu hasil (governance outcome) yang sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan.

Dalam rangka memastikan penerapan 5 (lima) prinsip dasar Tata Kelola Terintegrasi yang baik, yaitu: TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness), Bank telah melakukan penilaian sendiri (self-assessment) terhadap 13 (tiga belas) faktor penilaian penerapan Tata Kelola Terintegrasi, yaitu penilaian terhadap kualitas manajemen Konglomerasi Keuangan Grup Resona Bank dengan Entitas Utama dan Anggota Konglomerasi Keuangan atas penerapan prinsip Tata Kelola yang Baik. Penilaian ini dilakukan dengan memperhatikan signifikansi atau materialitas suatu permasalahan terhadap penerapan Tata Kelola pada Konglomerasi Keuangan Grup Resona secara keseluruhan, sesuai skala, karakteristik dan kompleksitas usaha Konglomerasi Keuangan Grup Resona.

Konglomerasi Keuangan Grup Resona Bank telah memiliki struktur dan infrastruktur Tata Kelola Terintegrasi yang memadai yang diperlukan dalam proses pelaksanaan prinsip Tata Kelola yang Baik untuk menghasilkan outcome yang sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan Konglomerasi Keuangan Grup Resona.

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi, Komite dan Satuan Kerja pada Bank, penerapan kebijakan, sistem dan prosedur, dan sistem informasi manajemen serta pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing organ Bank telah berjalan dengan baik dan efektif sehingga menghasilkan outcome yang sesuai dengan harapan Pemangku Kepentingan Konglomerasi Keuangan Grup Resona.

Hal tersebut tercermin dari kualitas outcome Tata Kelola Terintegrasi mencakup aspek kualitatif dan aspek kuantitatif berupa kecukupan transparansi laporan keuangan maupun non keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, perlindungan terhadap nasabah, hasil audit, dan kinerja Bank yang senantiasa terjaga dengan baik.

Secara umum, Konglomerasi Keuangan Grup Resona Bank telah menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Terintegrasi dengan hasil penilaian peringkat 2 (BAIK).

Bank sebagai Entitas Utama telah melaksanakan penerapan manajemen risiko terintegrasi berdasarkan POJK No.17/POJK.03/2014 dan SEOJK No.14/SEOJK.03/2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan.

Komite Manajemen Risiko Terintegrasi Bank telah melaksanakan tugasnya dengan baik dengan berpedoman terhadap 4 (empat) prinsip pokok yang diatur oleh OJK, antara lain;

  1. Tata Kelola;
  2. Kerangka Manajemen Risiko;
  3. Proses Manajemen Risiko; dan
  4. Sistem Pengendalian Intern.

Hasil peringkat Risiko Intra-Grup Terintegrasi pada posisi 31 Desember 2019 berada pada peringkat 2.

PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI
Pada tahun 2019, tidak terdapat perubahan komposisi dalam jajaran Direksi Bank Resona Perdania.

MENYAMBUT TAHUN 2020
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2020 akan mengalami penurunan menjadi hanya 2,5%, dikarenakan tertahannya optimisme terhadap pemulihan ekonomi global yang disebabkan merebaknya COVID-19 (Corona Virus Disease-2019). Sementara itu, Bank Indonesia turut merevisi prakiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 yang diprakirakan tidak akan lebih rendah dari 2,3% pada tahun 2020 dengan nilai tukar Rupiah terhadap USD akan cenderung menguat ke sekitar Rp15.000 per dolar AS pada akhir tahun ini. Bank Indonesia memprakirakan inflasi yang rendah akan berlanjut dan tetap terkendali pada 2020 dalam kisaran sasaran 3,0±1%. Pada tahun 2020, pertumbuhan kredit dan pertumbuhan DPK diprakirakan juga mengalami penurunan masing-masing hanya tumbuh sebesar 8-10% dan 6-8%.

Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penting bagi Bank, bersama seluruh pemegang saham, Bank perlu untuk mempersiapkan rencana bisnis dan langkah strategis yang jelas untuk menarik tambahan investasi pada Bank. Bank bertujuan untuk menjadi Bank Jepang nomor 1 di Indonesia dalam hal Japanese Corporate Customer Base dan Local Corporate Customer Base yang berelasi dengan nasabah Jepang dan penyediaan produk dan jasa.

Selama lebih dari 61 tahun beroperasi di Indonesia, Bank telah memiliki customer base yang kuat. Bank sangat optimis akan aspek peningkatan customer base yang diyakini meningkat, penambahan jumlah nasabah Bank sangat realistis akan terjadi di tahun-tahun mendatang sebagai dampak positif dari adanya pemegang saham yang baru yaitu The Bank of Yokohama, Ltd. dan Daido Life Insurance Company.

Mempertimbangkan pencapaian Bank pada tahun 2019 dan target yang ditetapkan untuk tahun 2020 dalam rencana bisnis Bank tahun 2020-2022, terdapat beberapa strategi yang dilanjutkan pada tahun 2020:

  • Memaksimalkan pengelolaan dan pertumbuhan bisnis kredit dari portofolio yang dimiliki dengan tetap berorientasi pada pengembangan/pertumbuhan bisnis dari basis nasabah baru (baik nasabah korporasi Jepang dan lokal). Bank akan lebih meningkatkan kontak dan kunjungan nasabah, serta mengintensifkan analisa supply and value chain melalui komunitas bisnis di mana nasabah atau potensi nasabah untuk meningkatkan basis nasabah   baru.
  • Mengelola pertumbuhan dana pihak ketiga, baik dari sisi jumlah deposan dan portofolio secara optimal, dan secara intensif bekerjasama dengan para pemegang saham untuk memaksimalkan sumber pendanaan Bank.
  • Melakukan diversifikasi sumber pendapatan Bank melalui pengembangan ragam produk dan layanan disertai dengan peningkatan mutu layanan kepada nasabah.
  • Melakukan pengawasan perusahaan anak, PT Resona Indonesia Finance (RIF) melalui pertemuan rutin bulanan antara Direksi dan Komisaris Bank dengan Direksi dan Komisaris perusahaan anak.
  • Mengoptimalkan sinergi dengan Grup Resona, The Bank of Yokohama, Ltd. dan Daido Life Insurance Company sebagai pemegang saham yang nantinya akan memperluas basis nasabah.
  • Melakukan komunikasi yang intensif dengan pemegang saham dalam rangka meningkatkan ukuran modal.

APRESIASI MENDALAM
Sebagai penutup, atas nama Direksi, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemegang saham, Dewan Komisaris, dan pemangku kepentingan lainnya atas kepercayaan yang telah diberikan. Saya juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan komitmen karyawan dalam memberikan upaya terbaik untuk membantu pencapaian visi dan misi Bank Resona Perdania. Saya senantiasa berkeyakinan, kepercayaan dan dukungan yang diperoleh akan selalu menjadi motivasi bagi Bank untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik ke depannya. Bank akan senantiasa berkomitmen penuh untuk mencapai hasil yang maksimal berdasarkan kualitas kinerja dan pelayanan yang baik.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada OJK dan BI yang telah melakukan supervisi dan dukungan terhadap Bank Resona Perdania dan industri perbankan di sepanjang tahun 2019.