Corporate Secretary

Pada tahun 2018, Bank terus fokus pada peningkatan kualitas aset, peningkatan jumlah nasabah dan penyelesaian kredit bermasalah. Selain itu, Bank terus melakukan upaya perbaikan pada bidang sumber daya manusia, teknologi informasi dan operasional bisnis. Rangkaian langkah strategis yang diterapkan meliputi:

KREDIT
Strategi utama yang dilakukan Bank adalah memperluas basis nasabah (expand customer base) baik nasabah lokal maupun nasabah Jepang. Dengan perluasan basis nasabah dapat mengurangi risiko konsentrasi kredit. Perluasan basis nasabah dilakukan melalui ekspansi data nasabah, sistem pemasaran yang efektif dan bekerjasama dengan Grup Resona untuk menghasilkan sinergi yang positif bagi Bank.

a. Peningkatan eksposur nasabah Jepang:

  1. Untuk perusahaan Jepang yang baru didirikan, Bank akan mendukung pembiayaan mulai dari awal investasi mereka melalui kerjasama dengan Grup Resona.
  2. Melakukan pendekatan dan memelihara hubungan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di area/kawasan industri di mana kantor cabang pembantu Bank berada. Selain itu, Bank juga melakukan pendekatan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Jepang di mana perusahaan induk telah memiliki hubungan bisnis dengan Grup Resona.
  3. Menjadi mediator dari calon nasabah kepada nasabah (Customer to Customer) dengan memfasilitasi mereka untuk membangun aliansi bisnis baru.

b. Peningkatan eksposur nasabah lokal:

  1. Menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dengan nasabah yang memiliki prospek usaha dan kondisi bisnis yang baik.
  2. Mengeksplorasi grup perusahaan dari debitur yang sudah ada.
  3. Mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah kredit sindikasi.

c. Peningkatan kualitas kredit

  1. Meningkatkan kualitas kredit dengan secara konsisten menerapkan budaya sadar dan peduli risiko, diantaranya terkait pengendalian internal risiko kredit dilakukan dengan memperbaiki kemampuan analisa kredit dan melaksanakan pelatihan mengenai credit risk awareness secara berkesinambungan.
  2. Membentuk Ad-hoc Team Of Monitoring and Immediate Recovery for Credit (ATOMIC) yang bertujuan:
    a) Memaksimalkan pengembalian kredit dari kredit bermasalah yang dimiliki Bank dan yang sudah dihapus buku.
    b) Mengelola rasio NPL gross dan NPL net.
    c) Mencegah timbulnya calon debitur bermasalah Bank yang baru.


PERMODALAN
Strategi permodalan Bank di tahun 2018 adalah mempertahankan pencapaian profit Bank untuk terus meningkat, meningkatkan kualitas kredit, sehingga mengurangi beban penurunan nilai kredit dan Bank melakukan komunikasi kepada pemegang saham secara berkesinambungan untuk meningkatkan modal inti Bank sehubungan dengan rencana permodalan Bank untuk menuju Bank yang berkategori BUKU 3. Sebagai langkah awal pada tanggal 29 Oktober 2018 Resona Holdings, Inc., telah menerbitkan siaran pers terkait pengambilalihan saham East Asia Indonesian Holdings, Ltd., dan Vision Well, Ltd., oleh The Bank of Yokohama, Ltd. dan Daido Life Insurance Company, serta keputusan Resona Bank, Ltd., untuk meningkatkan kepemilikannya menjadi 48,44%. Perubahan kepemilikan saham ini akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kepemilikan saham Bank Resona Perdania akan berubah dengan adanya pengambilalihan saham menjadi:

Saat ini   Setelah Pengambilalihan Saham    
Pemegang Saham % Kepemilikan Pemegang Saham % Kepemilikan Perubahan
Resona Bank, Ltd.  43.42% Resona Bank, Ltd.  48.44%  +5.02%
East Asia Indonesian Holdings, Ltd.   30.00% The Bank of Yokohama, Ltd.  30.00%  +30.00%
Vision Well, Ltd.  19.92% Daido Life Insurance Company  14.90%  +14.90%
JAFCO Co, Ltd.  5.08% JAFCO Co, Ltd.  5.08%  -
Lainnya  1.58% Lainnya  1.58%  -
Total  100.00% Total  100.00%  -

Setelah East Asia Indonesian Holdings, Ltd., (perusahaan anak dari The Bank of East Asia, Ltd.) dan Vision Well, Ltd., tidak menjadi pemegang saham Bank Resona Perdania, Resona Bank, Ltd., akan tetap membina hubungan bisnis dengan The Bank of East Asia, Ltd., sebagai mitra bisnis terpenting untuk area Hong Kong dan Daratan China.


PENDANAAN
Bank melakukan diversifikasi sumber pendanaan dalam hal struktur dan jangka waktu pendanaan. Diversifikasi dilakukan dalam rangka mengurangi risiko konsentrasi pendanaan dan juga menjaga tingkat likuiditas Bank. Bank fokus pada peningkatan dana pihak ketiga sebagai sumber pembiayaan aset produktif, selain itu peningkatan pinjaman dari bank lain yang ditujukan untuk menjaga profil likuiditas Bank pada tingkat yang memadai.


OPERASIONAL
Pada 1 Februari 2018, Bank meluncurkan aktivitas baru layanan jasa e-statement yaitu rekening koran yang didistribusikan dalam bentuk elektronik. Selain itu, Bank terus berupaya meningkatkan proses kredit dan pelayanan prima dalam kegiatan operasional dan meningkatkan jumlah volume transaksi perbankan dari nasabah yang sudah ada dan meningkatkan kualitas pelayanan operasional (waktu pencairan kredit, pembukaan rekening, transaksi L/C) dengan mengakomodasi masukan dari nasabah.


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI
Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di tahun 2018, Bank telah berupaya untuk meningkatkan efektivitas pelatihan Bank melalui metode pool of instructor dengan materi pelatihan yang selaras dengan kebutuhan Bank dan mampu mendukung strategi bisnis Bank. Dimana pada tahun 2018 terdapat 17 (tujuh belas) pelatihan internal yang dilakukan oleh instruktur internal yaitu para Kepala Divisi dan Kepala Seksi.

Sebagai langkah untuk memastikan kelangsungan Bank dalam jangka panjang, Bank telah mempersiapkan regenerasi staf untuk posisi kunci (key position) seperti Kepala Seksi dan Kepala Divisi, sesuai kebutuhan Bank, dengan cara melakukan mutasi dan promosi di internal Bank. Selama tahun 2018 terdapat 39 orang promosi dan 18 orang mutasi. Selain itu, Bank menempatkan karyawan pada key position melalui program Multi Level Entry untuk Divisi Business Development. Untuk meningkatkan loyalitas karyawan dan komitmen yang kuat untuk menekan tingkat turn over, Bank telah melaksanakan program retensi karyawan, misalnya program pinjaman multiguna, melaksanakan survei untuk karir aspirasi karyawan, memberikan kesempatan pelatihan ke Jepang dan melaksanakan program Officer Development Program (ODP). Dari program-program tersebut menunjukkan hasil penurunan persentase turn over karyawan, dimana pada tahun 2018 mencapai 10% sedangkan pada tahun 2017 mencapai 12%.

Dimulai pada bulan Oktober 2018, Bank telah melaksanakan program Officer Development Program (ODP). Proses seleksi untuk peserta ODP dilakukan secara ketat untuk mendapatkan kandidat yang berkualitas yang akan dididik menjadi calon pimpinan Bank di masa datang, para peserta program ini akan mengikuti pelatihan selama 9 (sembilan) bulan baik pelatihan di kelas maupun On The Job Training di Bank.

Selain melaksanakan program pelatihan di dalam negeri, Bank juga telah melaksanakan program pelatihan ke Resona Bank, Ltd., Jepang selama 6 (enam) bulan. Periode pertama sudah dilaksanakan hingga pertengahan tahun 2018, dimana karyawan yang ditugaskan telah melakukan transfer knowledge kepada karyawan Bank baik yang ada di Divisi Business Development maupun divisi lainnya.


KEPATUHAN
Bank terus memperkuat penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Bank serta mempertahankan rating Tata Kelola Bank minimum di rating 2 atau Baik dengan meningkatkan budaya risiko dan budaya kepatuhan, mengurangi kejadian risiko operasional, tidak adanya temuan audit yang sifatnya berulang baik dari Divisi Audit, Otoritas Jasa Keuangan dan auditor eksternal. Bank juga meningkatkan fungsi kepatuhan pada PT Resona Indonesia Finance (RIF) sebagai perusahaan anak dengan melakukan diskusi bulanan.

Dalam rangka memastikan penerapan 5 (lima) prinsip dasar Tata Kelola yang Baik, yaitu: TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, Fairness), Bank telah melakukan penilaian sendiri (self-assessment), yaitu penilaian terhadap kualitas manajemen Bank dengan memperhatikan signifikansi atau materialitas suatu permasalahan secara keseluruhan, sesuai skala, karakteristik dan kompleksitas usaha Bank. Bank telah memiliki struktur dan infrastruktur tata kelola Bank yang baik dan memadai yang diperlukan dalam proses pelaksanaan prinsip Tata Kelola untuk menghasilkan outcome yang sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris, Direksi, Komite dan Satuan Kerja pada Bank, penerapan kebijakan dan prosedur, sistem informasi manajemen serta pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing struktur organisasi telah berjalan dengan baik dan efektif (governance process). Hal tersebut tercermin dari kualitas outcome mencakup aspek kualitatif dan aspek kuantitatif berupa kecukupan transparansi laporan keuangan maupun non keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, perlindungan terhadap nasabah, efisien dan permodalan senantiasa terjaga dengan baik.

Dalam periode pelaporan tidak terdapat fraud, pelanggaran peraturan prinsip kehati-hatian, meskipun terdapat kelemahan ataupun pengenaan sanksi dari regulator terkait pelaporan namun tidak signifikan dan dapat diselesaikan dengan tindakan normal oleh Manajemen Bank.


TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
Untuk memberikan peningkatan standar operasional dan pengembangan sistem di Bank serta dalam rangka peningkatan pemberian layanan baik secara internal dan eksternal kepada nasabah, Bank telah melakukan peningkatan dengan cara:

  1. Implementasi aplikasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) untuk menggantikan aplikasi Sistem Informasi Debitur (SID), yang telah dilakukan sejak bulan Januari 2018. Sistem ini digunakan untuk melakukan laporan Bank ke OJK.
  2. Pada 6 Oktober 2018 telah dilakukan go-live pada aplikasi SWIFT ver. 7.2 pada unit Produksi, Backup dan Disaster Recovery Plan (DRP), untuk selanjutnya melakukan aktifasi Message Standar Release (MS2018).
  3. Pada bulan Juni 2018 Bank telah mengaplikasikan Risk Based Customer (RBC) dan pada akhir bulan September 2018 aplikasi Credit Rating juga telah selesai di implementasikan (go-live).
  4. Pada bulan Juli 2018 Backup Aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) telah selesai dilakukan instalasi. Aplikasi ini digunakan oleh Bank sebagai aplikasi database setiap karyawan dan manajemen Bank.
  5. Pada 5 November 2018, Bank telah berhasil mengimplementasikan upgrade sistem core banking termasuk implementasi message manager untuk memenuhi kebutuhan sistem SWIFT SR-2018, aplikasi baru PSAK dan upgrade trade innovation.


MANAJEMEN RISIKO
Dalam rangka untuk menciptakan budaya risiko yang sesuai dengan kondisi Bank dan menyesuaikan proses manajemen risiko dengan kompleksitas usaha, Bank berhasil mempertahankan peringkat komposit profil risiko Bank minimum peringkat 2 (Baik) untuk individu dan terintegrasi dengan melaksanakan (i) rapat profil risiko Bank kuartal pertama, kuartal kedua dan kuartal ketiga tahun 2018 dengan hasil pemeringkatan 2, (ii) rapat profil risiko terintegrasi semester kedua tahun 2017 dan semester pertama tahun 2018 dengan hasil pemeringkatan 2.

Dalam melakukan monitor dan pengembangan budaya risiko operasional, selama tahun 2018 Bank telah melakukan:

  1. Komunikasi yang intensif dengan risk owner dan juga dengan Divisi Kepatuhan dan Audit Internal.
  2. Komunikasi dengan Divisi SDM tentang kesadaran risiko operasional terkait pelatihan dan pembelajaran serta pengembangan sumber daya manusia.
  3. Sosialisasi menyeluruh kepada seluruh staf dan Kepala Divisi mengenai data kejadian risiko operasional dan meningkatkan kesadaran untuk mencegah kejadian risiko operasional di masa mendatang, diadakan dua tahap pada setiap semester tahun 2018.
  4. Forum Manajemen Risiko mengenai Self-Assessment dari risiko operasional.
  5. Reminder kepada seluruh staf untuk meningkatkan kehati-hatian dan kesadaran risiko operasional yang dilakukan secara berkala.
  6. Sosialisasi menyeluruh kepada seluruh staf dan Kepala Divisi mengenai pentingnya proses Risk Operasional Self-Assessment sebagai proses identifikasi dan mitigasi akan kejadian risiko operasional, pertama kali diadakan pada semester pertama 2018 dan diulang pada semester kedua 2018.

Dalam memantau mitigasi risiko atas proses implementasi pengembangan core banking, sebagai anggota IT Steering Committee, Divisi Manajemen Risiko melakukan diskusi dengan Tim Proyek Core Banking mengenai risiko-risiko yang mungkin terjadi selama proyek pengembangan core banking dan juga masalah apa yang masih muncul setelah implementasi.


AUDIT
Selama penugasan, Divisi Audit memberikan masukan untuk memperbaiki pengendalian intern Bank sebagaimana tercantum dalam setiap laporan audit. Selain itu, Divisi Audit selama tahun 2018 telah melaksanakan rencana bisnis antara lain:

  1. Melaksanakan audit berbasis risiko yang berfokus pada proses untuk mencapai Rencana Bisnis Bank.
  2. Mempromosikan kerangka kerja pengendalian intern kepada seluruh unit kerja untuk meningkatkan pengendalian intern Bank.
    a. Memberikan rekomendasi dalam rangka off-site monitoring dengan menghadiri beberapa rapat manajemen dan komite Bank sesuai dengan peraturan intern dan peraturan OJK.
    b. Melakukan aktivitas konsultasi bagi proyek Core Banking System Upgrade dengan tujuan untuk memberikan masukan dan rekomendasi kepada tim proyek jika diperlukan.
  3. Mengevaluasi efektivitas dan kesesuaian pelaksanaan aktivitas audit intern terhadap standar IIA (Institute of Internal Auditors) dan SPFAIB (Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank). Pelaksanaan penilaian intern atas efektivitas dan kesesuaian aktivitas audit telah dilakukan pada tanggal 26 November 2018.
  4. Meningkatkan pengetahuan, keahlian dan kompetensi auditor intern pada area audit.
    a. Melakukan aktivitas pelatihan pegawai untuk pengembangan sumber daya manusia Bank, seperti:
    1) Pelatihan Audit Treasury.
    2) Pelatihan Analisa Kredit tingkat Intermediate.
    3) Pelatihan In-house IFRS-9 (PSAK 71).
    4) Pelatihan Continuous Auditing.
    5) Pelatihan Non Performing Loan Management.
    6) Pelatihan Leadership Enhancement.
    7) Pelatihan Anti-Fraud.
    8) Pelatihan Data Analytic.
    9) Pelatihan Business Continuity Management.
    10) Pelatihan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme.
    11) Pelatihan Identifikasi Uang Palsu.
    12) Mengikuti Konferensi Nasional IIA Indonesia.
    13) Mengikuti Seminar Nasional Internal Audit.
    14) Mengikuti Professional Auditor Forum IIA Indonesia.
    15) Sertifikasi Manajemen Risiko.
    Beberapa hasil pelatihan langsung digunakan untuk mendukung penugasan audit dan melakukan sharing knowledge kepada auditor lainnya.
    b. Melakukan pengembangan Continuous Auditing dengan menggunakan audit tool untuk keperluan audit berkelanjutan terhadap kondisi-kondisi yang perlu mendapatkan perhatian segera, serta untuk mendukung kebutuhan data bagi aktivitas audit.
  5. Memperkuat Fungsi Audit Intern PT Resona Indonesia Finance (PT RIF).
    a. Dalam rangka memperkuat fungsi audit intern PT Resona Indonesia Finance (PT RIF), Divisi Audit telah melakukan koordinasi secara bulanan dengan Audit Intern PT RIF sebagai bentuk pengawasan dan peningkatan kualitas fungsi audit internal di perusahaan anak.
    b. Divisi Audit dan Audit Intern PT RIF telah mengirimkan laporan audit terintegrasi kepada Komite Tata Kelola Terintegrasi setiap kuartal.

RENCANA STRATEGIS 2019
Memasuki tahun 2019, Bank Resona Perdania terus berupaya mewujudkan komitmen Bank untuk menjadi institusi perbankan yang mengutamakan pelayanan terbaik (service excellence) bagi nasabah dan mitra kerja. Untuk itu, Bank telah menentukan fokus strategi berikut:

  1. Mempertahankan peringkat komposit kesehatan Bank berdasarkan risiko (RBBR) minimum berada pada peringkat 2 atau Sehat yang di dalamnya termasuk peringkat komposit profil risiko dan rating penerapan Good Governance baik individual maupun terintegrasi dengan perusahaan anak PT Resona Indonesia Finance (PT RIF).
  2. Dalam mempertahankan peringkat komposit profil risiko dan rating Good Governance tersebut, Bank melakukan peningkatan pada:
    a. Fungsi kepatuhan termasuk di dalamnya peningkatan Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) sesuai dengan peraturan yang berlaku, berkoordinasi dengan satuan kerja manajemen risiko dalam rangka melakukan proses pengelolaan risiko kepatuhan.
    b. Fungsi manajemen risiko, diantaranya:
    1) Meningkatkan peran Divisi Manajemen Risiko dalam mendukung pencapaian Rencana Bisnis Bank khususnya terkait dengan penetapan risiko pada tingkat yang wajar dan fokus untuk menjaga kualitas kredit, mengamankan posisi likuiditas dan
    rasio CAR yang wajar.
    2) Meningkatkan peran Divisi Manajemen Risiko dengan melakukan tinjauan dan memberikan rekomendasi atas seluruh kebijakan dan prosedur Bank.
    3) Penguatan manajemen risiko pasar dan likuiditas dengan persiapan penerapan manajemen risiko dan pengukuran risiko pendekatan standar untuk risiko suku bunga dalam banking book (interest rate risk in banking book) dan persiapan implementasi sistem aplikasi NSFR (Net Stable Funding Ratio).
    4) Melakukan kerjasama dengan Resona Bank, Ltd., untuk memperkuat pelaksanaan manajemen risiko Bank.
    c. Fungsi audit internal, baik dari sisi sumber daya manusia maupun dari metodologi audit.
    d. Fungsi komite-komite dengan mengefektifkan peran komite, baik komite yang mendukung tugas Direksi maupun Dewan Komisaris. Untuk mendukung hal tersebut, diantaranya Komite Audit diikutsertakan menjadi anggota Asosiasi Komite Audit Perbankan.
  3. Menerapkan keuangan berkelanjutan dengan skala prioritas pada pengembangan kapasitas intern Bank melalui pola pelatihan pengembangan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia dimana kebijakan ini merupakan satu kesatuan dari Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Bank.
  4. Memperluas basis nasabah baik nasabah Lokal maupun Jepang dengan ekspansi jumlah nasabah dan sistem pemasaran yang efektif. Untuk potensial nasabah Jepang, lebih bekerjasama dengan Grup Resona, terutama Kansai Mirai Financial Group, Inc., serta calon pemegang saham baru yaitu The Bank of Yokohoma, Ltd., dan Daido Life Insurance Company.
  5. Mempertahankan model bisnis dengan porsi portofolio kredit kepada perusahaan lokal dan Jepang pada komposisi yang seimbang.
  6. Menjaga kualitas portofolio kredit dengan pendekatan yang prudent terhadap manajemen risiko kredit.
  7. Meningkatkan pangsa pasar nasabah corporate banking dengan memberikan dukungan kepada nasabah melalui penawaran produk perbankan yang dibutuhkan oleh nasabah.
  8. Menerbitkan aktivitas baru yaitu Aktivitas Referensi untuk Produk Bancassurance (Refferal Activities for Bancassurance Product) dan produk baru Negotiable Certificate Deposit (NCD) pada tahun 2019. NCD diterbitkan dengan melihat kondisi pasar dan merupakan alternatif dari penerbitan MTN.
  9. Berpartisipasi dalam mendukung sektor ekonomi yang menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah Indonesia, khususnya kelautan, infrastruktur, pertanian dan pariwisata. Bank juga akan mendukung program pemerintah lainnya seperti penyaluran program kredit mahasiswa yang diawali dengan persiapan infrastruktur dan peraturan internal yang terkait.
  10. Meningkatkan infrastruktur Bank dengan:
    a. Menyederhanakan dan menstandarisasi proses bisnis dan operasional.
    b. Meningkatkan budaya kinerja perusahaan.
    c. Memperluas kemampuan pemberian kredit.
  11. Meningkatkan kualitas permodalan Bank dengan:
    a. Menjaga kualitas aset produktif, diantaranya melalui pemberian kredit yang memperhatikan prinsip kehati-hatian.
    b. Mencapai target laba setelah pajak.
    c. Mengontrol pembayaran dividen pada level rasio yang wajar dan dapat diterima pemegang saham.
  12. Meningkatkan kualitas kredit dengan:
    a. Meningkatkan tingkat pengembalian untuk kredit bermasalah.
    b. Pemilihan sektor ekonomi sesuai dengan limit industri yang telah ditetapkan.
    c. Menerapkan credit rating yang mencerminkan kondisi yang benar dan akurat atas kinerja nasabah/debitur.
    d. Melakukan ekspansi kredit dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.
  13. Meningkatkan kualitas SDM dengan:
    a. Merekrut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan tinggi.
    b. Mengembangkan kemampuan pegawai baik dari sisi hardskill maupun softskill.
    c. Mempertahankan pegawai melalui perbaikan sistem pelatihan, career path, kompensasi maupun pemberian pinjaman karyawan.
    d. Meningkatkan sumber daya manusia khususnya pada manajemen risiko dan credit examination yang akan berkontribusi pada perbaikan kesadaran risiko kredit dan memelihara kualitas aset kredit pada tingkat yang sehat.
    e. Meningkatkan risk awareness para marketing officer terutama sensitivitas mereka terhadap gejolak perubahan bisnis/usaha serta fluktuasi ekonomi.
    f. Meningkatkan dan mengembangkan kompetensi para analis kredit melalui pelatihan yang berkesinambungan dan terarah.
    g. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pada Divisi Kredit khususnya dalam hal melakukan mitigasi terhadap penilaian jaminan serta verifikasi kelengkapan dokumen.
    h. Mengembangkan pola pelatihan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan staf dalam menangani dan memberikan dukungan kepada nasabah melalui penawaran produk perbankan yang dibutuhkan oleh nasabah.
    i. Pelatihan keuangan berkelanjutan untuk Direksi, Dewan Komisaris, Kepala Divisi, Kepala Cabang, Kepala Seksi/setingkat Kepala Seksi serta Staf Marketing kantor pusat dan kantor cabang.
  14. Meningkatkan aset Kantor Cabang Bandung dan Kantor Cabang Surabaya sekitar 10,75% dari tahun 2018.
  15. Meningkatkan pemberian kredit terutama pada sektor manufaktur. Bank juga akan memulai untuk masuk pembiayaan pada sektor infrastruktur melalui kredit sindikasi dengan bank lain, Institusi Keuangan Multilateral dan Pemerintah (seperti Sarana Multi Infrastruktur dan/atau Indonesia Infrastructure Finance).
  16. Memberikan kredit kepada UMKM yang dilakukan sesuai kemampuan Bank sebagai bank korporasi. Namun demikian, Bank akan meningkatkan kredit ekspor kepada sektor non migas.
  17. Menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui strategi:
    a. Meningkatkan jumlah nasabah perusahaan lokal dan Jepang.
    b. Meningkatkan pemahaman karyawan terhadap nilai-nilai perusahaan dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam pelayanan kepada nasabah.
    c. Meningkatkan kualitas aset.
    d. Memobilisasi dana murah, khususnya dari rekening giro.
    e. Meningkatkan fungsi kantor cabang dengan mengoptimalkan pendekatan hubungan bisnis dengan nasabah yang sudah ada dengan mencari peluang untuk mengembangkan hubungan bisnis baru dengan pembeli dan pemasok dari nasabah yang sudah ada (supply and value chain approach). Pada Kantor Cabang Surabaya, Bank akan membangun sinergi bisnis dengan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), dimana dapat memberikan lebih banyak peluang bisnis.
    f. Mengoptimalisasi kerjasama dengan perusahaan induk, Resona Bank, Ltd., dan perusahaan anak, PT Resona Indonesia Finance.
    g. Menjalin aliansi strategis dengan bank lain untuk mendukung penyediaan pelayanan yang prima kepada nasabah.
    h. Meningkatkan efisiensi.
    i. Memperkenalkan nasabah lokal kepada perusahaan Jepang yang berencana masuk ke Indonesia.
    j. Memperkuat aktivitas perencanaan pemasaran dengan membentuk Strategic Business Division untuk membuat sistem pemasaran lebih efektif dan perluasan hubungan nasabah.
  18. Meningkatkan total aset dan total kredit di akhir tahun 2019, masing-masing sebesar 10,75% dan 10,50% dibandingkan tahun 2018.
  19. Mempertahankan dan meningkatkan risk awareness yang sudah dibangun sehingga NPL gross dan NPL net Bank tetap terjaga di bawah 2% dengan beban penurunan nilai sebesar Rp102,0 miliar di tahun 2019.
  20. Meningkatkan sumber dana murah, dimana total dana pihak ketiga diproyeksikan tumbuh 11,59% dibandingkan tahun 2018, total pinjaman yang diterima meningkat 25,36% dari tahun 2018 (pinjaman yang diterima termasuk pinjaman subordinasi), menerbitkan surat berharga yang diterbitkan (MTN atau NCD) sebesar Rp200 miliar pada Juni 2019.
  21. Pendapatan bunga bersih tetap menjadi pendapatan utama Bank dengan target pada tahun 2019 sebesar Rp545,88 miliar.
  22. Peningkatan permodalan Bank bersumber dari laba setelah pajak, dengan target laba setelah pajak Bank pada tahun 2019 sebesar Rp141,0 miliar dan target total modal KPMM pada tahun 2019 sebesar Rp2,95 triliun.
  23. Optimalisasi penggunaan sistem informasi akuntansi untuk mendukung penyediaan laporan.
  24. Meningkatkan proses dan produktivitas Bank dengan mengurangi biaya operasional, meningkatkan fitur internet banking, memperbaiki proses bisnis seperti pelaksanaan e-advices, teknologi baru message manager untuk memperbaiki operasional front dan back office dan peningkatan sistem layanan pada call center berupa auto attendant system.
  25. Mengganti dan atau memperbarui sistem operasi lama dan beberapa server yang kritikal dengan yang baru.
  26. Memperbaiki komponen keamanan dan otentikasi teknologi informasi Bank.
  27. Melakukan pembaruan dan/atau pelaksanaan sistem baru seperti aplikasi PSAK 71 (parallel run di semester 2 tahun 2019), sistem aplikasi Net Stable Funding Ratio (NSFR), e-note, enhancement internet banking melalui penambahan fitur berupa surat pernyataan nasabah mengenai penjaminan LPS untuk pembukaan deposito dan penambahan fitur berupa mobile approver, penggantian aplikasi Sistem Aplikasi Kredit (SAK) dengan Loan Originating System (LOS) melalui Intramart, perbaikan untuk mengganti peralatan kritikal, peningkatan windows server operating system (OS) dan personal computer operating system (PC OS) ke versi yang terbaru, peningkatan aplikasi back up pada Disaster Recovery Center (DRC) Site, mereview penggunaan datawarehouse yang ada sekarang.
  28. Meningkatkan fungsi sumber daya manusia dengan menguatkan sumber daya manusia pada setiap unit kerja, pengembangan sistem penghargaan dan sanksi, mekanisme evaluasi sumber daya manusia berbasis kinerja, pelaksanaan alih pengetahuan yang efektif dari tenaga kerja asing kepada tenaga kerja lokal, inovasi program pelatihan dan melakukan investasi secara agresif pada area sumber
    daya manusia.
  29. Memastikan kecukupan sumber daya manusia pada setiap unit kerja baik secara kuantitas maupun kualitas sehingga dapat mendukung aktivitas bisnis, operasional dan pelaporan Bank.
  30. Melanjutkan proses relokasi gedung baru di Sudirman yang nantinya akan digunakan sebagai kantor pusat Bank.