Corporate Secretary

Pada tahun 2016, Bank melakukan strategi konsolidasi, dimana dilakukan perbaikan internal yang meliputi perbaikan fungsi divisi, perbaikan proses operasional, perbaikan sumber daya manusia, perbaikan proses kredit dan efisiensi operasional bisnis yang kesemuanya itu akan menjadi landasan Bank untuk tumbuh di tahun-tahun berikutnya. Rangkaian langkah strategis yang diterapkan meliputi:

KREDIT

Meningkatkan jumlah nasabah dan meningkatkan jumlah outstanding kredit dari debitur dengan melakukan strategi sebagai berikut:

Nasabah Jepang

Bank berupaya untuk memanfaatkan peluang peningkatan penyaluran kredit USD, memberikan pembiayaan ekspor kepada nasabah dan mendapatkan transaksi L/C dari meningkatnya arus investasi perusahaan Jepang di Indonesia serta mengoptimalkan hubungan baik dengan Resona Group untuk mendapatkan informasi dalam rangka meningkatkan portofolio kredit khususnya Japanese related business.

Nasabah Lokal

Mengoptimalkan jaringan Marketing in Charge yang baru dan memanfaatkan jaringan nasabah utama untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan lokal yang bagus dan dari jaringan tersebut membangun hubungan bisnis dengan perusahaan lokal baru serta meningkatkan fasilitas atau pemberian kredit kepada nasabah perusahaan-perusahaan lokal saat ini yang berkualitas.

Nasabah Perusahaan Tiongkok

Bank berupaya untuk membangun strategi pembiayaan gabungan yang baru dengan mengoptimalkan hubungan baik dengan The Bank of East Asia, Ltd., Hong Kong, untuk mendapatkan informasi mengenai arus investasi Tiongkok ke Indonesia. Untuk meningkatkan dan mempercepat proses kredit serta meningkatkan jumlah volume kegiatan transaksi perbankan, maka Bank melakukan penambahan multicurrency yaitu penggunaan mata uang CNY (China Yuan/Ren Min Bi) untuk transaksi perbankan seperti pemberian kredit dan L/C.

 

PERMODALAN

Strategi permodalan Bank di tahun 2016 adalah meningkatkan permodalan Bank dan mendukung rencana Bank untuk menjadi BUKU 3 dengan mempertahankan pencapaian profit Bank, meningkatkan kualitas pemberian kredit kepada debitur berkualitas dan Bank melakukan komunikasi kepada Pemegang Saham secara berkesinambungan untuk meningkatkan modal inti Bank.

 

PENDANAAN

Mengoptimalkan sumber pendanaan yang dimiliki dengan meminimalisasi jumlah dana menganggur dengan mengejar pertumbuhan pada dana pihak ketiga dan menurunkan jumlah pinjaman dari bank lain. Pada bulan Februari 2016, Bank menerbitkan surat utang berupa Medium Term Notes (MTN) VI sebagai sumber dana jangka panjang untuk mendukung ekspansi kredit.

 

OPERASIONAL

Meningkatkan pelayanan terhadap nasabah dengan mengurangi keluhan, meningkatkan kecepatan dan ketepatan bekerja serta mencegah kesalahan kerja dengan mempertimbangkan aspek risiko dan prinsip kehati-hatian. Bank juga terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada aplikasi Internet Banking yang telah diimplementasikan sejak bulan Juni 2015 dengan melakukan pengembangan agar aplikasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan perkembangan teknologi dan bisnis Bank.

 

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI

Di tahun 2016, untuk memenuhi komitmen kepada OJK mengenai job grading, Bank telah memiliki standarisasi kepangkatan. Implementasi atas Sistem Kepangkatan Baru ini telah berlaku efektif sejak tanggal 1 April 2016.

Dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian sumber daya manusia, Bank menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan managerial skill, technical skill, pengetahuan perbankan, manajemen risiko dan pelatihan lainnya yang diperlukan.

Bank sudah mengirimkan 2 (dua) karyawan ke Jepang dalam rangka program pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai pendamping Tenaga Kerja Asing (TKA) di Divisi Business Development. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah untuk mengangkat pegawai yang bersangkutan sebagai Account Officer Bank.

Terkait dengan pengembangan organisasi Bank, Bank melakukan pengkajian terhadap struktur organisasi Bank. Pada bulan Mei 2016, Bank melakukan perubahan struktur organisasi Divisi Business Development dari 8 divisi menjadi 7 divisi.

 

KEPATUHAN

Di tahun 2016, Bank menindaklanjuti temuan audit baik dari OJK dan auditor lainnya serta menerapkan komitmen yang telah ditetapkan. Bank juga telah mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan Komite Tata Kelola Terintegrasi dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan good governance dan mengawasi pelaksanaannya, serta meningkatkan budaya kepatuhan pada lingkungan Bank agar terhindar dari risiko kepatuhan maupun risiko hukum.

 

SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI

Bank telah mengembangkan sistem yang diwajibkan oleh lembaga berwenang yaitu MPN Gen II yang sudah diimplementasikan sejak 19 Januari 2016.

Terkait dengan rencana Bank untuk melakukan upgrade atau mengganti sistem core banking, pada bulan Juli 2016 Bank sudah menunjuk Bapak Alfian Angkawibawa sebagai Ketua Tim Proyek Core Banking. Sampai dengan akhir tahun 2016, Bank masih dalam proses melakukan kajian secara menyeluruh untuk menentukan pilihan melakukan upgrade atau mengganti sistem core banking sehingga proses pengembangan teknologi informasi tersebut dapat memperkecil tingkat risiko yang terjadi.

Bank telah mengimplementasikan penggantian aplikasi internal web (cybozu) menjadi aplikasi Groupware Intramart pada tanggal 22 Februari 2016. Selama proses penggantian dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada permasalahan yang signifikan.

Pada tahun 2016, Bank juga melakukan relokasi Disaster Recovery Center (DRC) dari lokasi sebelumnya ke Biznet Technovillage dengan tujuan Bank memiliki fasilitas data center yang lebih baik.

 

MANAJEMEN RISIKO

Selama tahun 2016, Bank mempertahankan tingkat Profil Risiko pada peringkat 2, menciptakan budaya risiko yang sesuai dengan kondisi Bank serta menyesuaikan proses manajemen risiko dengan kompleksitas usaha.

Terkait dengan penerapan manajemen risiko terintegrasi dengan entitas anak, PT Resona Indonesia Finance, Bank melakukan self assessment atas penilaian Profil Risiko terintegrasi untuk Konglomerasi Keuangan Grup Resona dengan melakukan penilaian atas risiko intragrup. Hal ini sudah terimplementasi sejak bulan Februari 2016.

Terkait dengan implementasi Basel III, Bank telah melakukan penyesuaian atas perhitungan Liquidity Coverage Ratio (LCR) berdasarkan POJK No. 42/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) Bagi Bank Umum. Atas POJK tersebut, Bank wajib mengirimkan LCR kepada OJK secara harian, bulanan dan triwulanan. Untuk pelaporan secara bulanan sudah dikirimkan kepada OJK sejak bulan Juli 2016 untuk data laporan bulan Juni 2016 sedangkan secara triwulanan telah dipublikasikan pada website Bank pada bulan November 2016 untuk data laporan bulan September 2016. Pelaporan LCR secara harian, akan disampaikan kepada OJK mulai tanggal 1 Oktober 2017. Saat ini Bank sedang dalam proses pemilihan vendor dalam membuat aplikasi LCR harian. Selain itu, Bank telah membuat Kebijakan Liquidity Coverage Ratio dan High Quality Liquid Asset pada Juni 2016.

 

AUDIT

Meningkatkan nilai tambah bagi Bank untuk membantu organisasi mencapai tujuannya dengan membawa pendekatan yang sistematis melalui perbaikan terus menerus dan disiplin dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian dan tata kelola. Untuk mencapai hal ini termasuk didalamnya meningkatkan audit tools dan memastikan kecukupan resource internal audit serta perbaikan dan standarisasi prosedur.

 

RENCANA STRATEGIS 2017

Untuk mencapai rencana bisnis yang telah ditetapkan dan dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah maka Bank merumuskan fokus utama tahun 2017 sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan aktiva produktif yang berkualitas dengan meningkatkan credit risk awareness pada seluruh elemen Bank serta meningkatkan pengelolaan manajemen risiko kredit.

  2. Meningkatkan pengendalian internal dengan melaksanakan strategi:

    • Memperkuat pengendalian internal dengan penguatan fungsi Dewan Komisaris dan Komite.

    • Meningkatkan fungsi Divisi Manajemen Risiko, Divisi Kepatuhan dan Divisi SKAI.

    • Melaksanakan kerjasama dengan Resona Bank, Ltd., Jepang dalam memperkuat pengendalian internal Bank melalui diskusi dan pembelajaran sehingga dapat digunakan dalam proses pengembangan dan penguatan pengendalian internal Bank.
  3. Pengelolaan dana yang sehat dengan menjaga rasio likuiditas dan juga rasio pendapatan bunga bersih Bank. Terkait pencapaian dana pihak ketiga, Bank akan fokus dalam peningkatan jumlah deposan untuk mengurangi risiko konsentrasi pendanaan, mengoptimalkan fungsi marketing tidak hanya dalam pemberian kredit, namun juga memperoleh sumber pendanaannya.

  4. Peningkatan pemberian kredit terutama pada sektor manufaktur, sektor keuangan, perdagangan dan jasa usaha lainnya. Sektor manufaktur diarahkan pada sub sektor makanan dan minuman, barang konsumsi dan otomotif.

  5. Mendukung kebijakan pemerintah Indonesiasehubungan dengan pemberian kredit ekspor non migas dengan menargetkan kredit ekspor non migas pada akhir tahun 2017 sebesar Rp2,0 triliun.

  6. Peningkatan permodalan Bank melalui peningkatan pendapatan operasional dan menjaga kualitas kredit. Dalam rangka mencapai rencana korporasi untuk meningkatkan kategori Bank dari BUKU 2 menjadi BUKU 3 Bank terus berupaya melakukan komunikasi kepada pemegang saham Bank untuk meningkatkan modal inti Bank.

  7. Peningkatan sistem teknologi informasi Bank di mana pada tahun 2017, Bank akan melakukan upgrade core banking system yang dimiliki. Hal ini merupakan upaya Bank dalam menyelaraskan antara proses bisnis Bank saat ini dengan praktik industri bank secara global. Untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah, Bank akan memberikan dukungan untuk beberapa proses/layanan seperti e-statement, open L/C pada internet banking dan MT940.

  8. Mempertahankan peringkat komposit kesehatan Bank minimum berada pada peringkat 2 atau sehat yang di dalamnya termasuk tingkat profil risiko dan rating penerapan good governance baik individual maupun terintegrasi dengan perusahaan anak yaitu PT Resona Indonesia Finance.

    • Pada tahun 2017, Bank akan menjaga atau meningkatkan peringkat good governance dengan minimal peringat 2 (Baik), mematuhi dan menerapkan peraturan-peraturan baru yang akan berlaku di tahun 2017, dan memastikan kepatuhan terhadap komitmen yang dibuat Bank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Indonesia (BI).

    • Terkait penerapan Basel III di tahun 2017, Bank akan mengimplementasikan sistem Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara harian, baik individual maupun konsolidasi.

  9. Peningkatan kualitas audit internal di mana pada tahun 2017, Bank akan melaksanakan audit berbasis risiko yang berfokus pada proses untuk mencapai Rencana Bisnis Bank dan mengimplementasikan alat bantu audit berbasis TI untuk mendukung continuous auditing/monitoring.

  10. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di mana pada tahun 2017, Bank berupaya untuk lebih mengefektifkan pelatihan Bank melalui pool of instructor yaitu dengan meningkatkan peran instruktur internal Bank untuk aktif mengajar guna meningkatkan efektivitas pelatihan. Selain itu pada tahun 2017, Bank juga menerapkan sistem reward dan punishment yang dapat mendukung peningkatan kinerja Bank.