Corporate Secretary

Kebijakan dan Strategi Manajemen Bank
Rangkaian langkah strategis yang diterapkan pada tahun 2015 meliputi:

• KREDIT
Meningkatkan jumlah nasabah dan meningkatkan jumlah outstanding kredit dari debitur dengan melakukan strategi sebagai berikut:

1. Nasabah Jepang
Bank memanfaatkan peluang dari meningkatnya arus investasi perusahaan Jepang di Indonesia serta mengoptimalkan hubungan baik dengan Resona Group untuk mendapatkan informasi dalam rangka meningkatkan portofolio kredit khususnya Japanese related business.

2. Nasabah Lokal
Bank memanfaatkan jaringan nasabah utama untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan lokal yang bagus dan dari jaringan tersebut membangun hubungan bisnis dengan perusahaan lokal baru serta meningkatkan fasilitas atau pemberian kredit kepada nasabah perusahaan perusahaan lokal lama yang berkualitas.

3. Nasabah Perusahaan Tiongkok
Pada bulan Juni 2015, Bank telah merekrut Kepala Divisi Business Development 8 yang akan fokus pada perusahaan Tiongkok. Bank juga mengoptimalkan hubungan baik dengan The Bank of East Asia, Ltd., Hong Kong untuk mendapatkan informasi mengenai arus investasi Tiongkok ke Indonesia. Untuk mendukung kegiatan transaksi perbankan, maka Bank juga melakukan penambahan multicurrency yaitu penggunaan mata uang CNY (China Yuan/Ren Min Bi) untuk transaksi perbankan. Penambahan multicurrency ini baru akan efektif diterapkan pada tahun 2016.

• PERMODALAN
Strategi permodalan Bank di tahun 2015 adalah meningkatkan modal inti Bank melalui penguatan basis permodalan dengan mengontrol atau mengelola rasio dividend payout dan tetap acceptable, meningkatkan laba operasional Bank dari kegiatan transaksi perbankan dan melakukan penyelesaian kredit bermasalah serta menyalurkan kredit dengan prinsip kehati-hatian. Pada bulan April 2015 Bank telah merealisasikan pinjaman subordinasi dari Resona Bank, Ltd., Jepang sebesar USD50 juta dengan jangka waktu 10 tahun. Selain itu, Bank secara bertahap berupaya untuk meningkatkan kelompok Bank dari kegiatan usaha BUKU 2 menjadi BUKU 3. Salah satu upaya yang sudah dilakukan Bank adalah meningkatkan modal dasar Bank menjadi sebesar Rp1 triliun dari sebelumnya Rp500 miliar.

• PENDANAAN
Bank memberikan suku bunga yang kompetitif sesuai dengan risk appetite Bank dan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai langkah untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga. Bank juga menambahkan fasilitas interbank lokal atau luar negeri dalam bentuk fasilitas kredit baik untuk buffer liquidity maupun untuk sumber pendanaan ekspansi kredit. Sedangkan untuk penerbitan surat utang berupa Medium Term Notes (MTN) sebagai sumber dana jangka panjang untuk mendukung ekspansi kredit ditunda sampai dengan tahun 2016.

• OPERASIONAL
Meningkatkan pelayanan terhadap nasabah dengan mengurangi komplain, meningkatkan kecepatan dan ketepatan bekerja serta mencegah kesalahan kerja dengan mempertimbangkan aspek risiko dan prinsip kehati-hatian. Pada bulan Juni 2015, Bank meluncurkan aplikasi internet banking yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan nasabah dan memberikan kemudahan nasabah dalam melakukan transaksi dengan Bank.

• PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI
Di tahun 2015, dalam hal pengembangan sumber daya manusia, Bank memberikan pendidikan dan pelatihan secara internal maupun eksternal kepada seluruh karyawan. Sedangkan sebagai bentuk pengembangan organisasi, Bank bekerja sama dengan konsultan independen untuk meningkatkan fungsi divisi-divisi yang strategis. Selama tahun 2015, Bank sudah 2 (dua) kali melakukan pengiriman karyawan ke Jepang dalam rangka program pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai pendamping Tenaga Kerja Asing (TKA) di Divisi Business Development. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah untuk mengangkat pegawai yang bersangkutan sebagai Account Officer Bank.

• KEPATUHAN
Di tahun 2015, Bank menindaklanjuti temuan audit baik dari OJK dan auditor lainnya serta menerapkan komitmen yang telah ditetapkan. Bank juga telah mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan tim GCG dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan GCG dan mengawasi pelaksanaannya, serta meningkatkan budaya kepatuhan pada semua tingkatan organisasi secara berkelanjutan.

 

• SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI

Bank melakukan penggantian sistem aplikasi internet banking dengan yang baru pada bulan Juni 2015 agar dapat memenuhi kebutuhan transaksi perbankan nasabah dan Bank akan terus melakukan monitor terhadap aplikasi tersebut serta melakukan pengembangan dan penyempurnaan agar aplikasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan perkembangan teknologi dan bisnis Bank. Bank melakukan pengembangan pada sistem yangdiwajibkan oleh lembaga berwenang seperti:

- BI-RTGS Gen II, sudah diimplementasikan bulanNovember 2015.

- SKNBI Gen II, sudah diimplementasikan bulan Juni 2015.

- MPN Gen II, pada tahun 2015 Bank masih dalam tahap persiapan penerapan dan menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan untuk implementasi. MPN Gen II resmi diimplementasikan oleh Bank pada bulan Januari 2016.

Selain itu, untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini dan untuk menunjang pengembangan bisnis, Bank juga melakukan pengembangan sistem informasi dan teknologi sebagai berikut:

- Persiapan dalam menentukan upgrade atau mengganti core banking Bank. Dalam hal ini Bank bekerja sama dengan NTT Data Indonesia untuk melakukan business study yang akan menjadi dasar dalam pembuatan requirement core banking yang baru.

- Persiapan terkait rencana penggantian aplikasi internalweb (Cybozu) menjadi Intramart. Bank bekerjasama dengan NTT Data Indonesia untuk mengembangkan aplikasi internal web. Sampai dengan akhir tahun 2015 ini, Bank sudah melakukan User Acceptance Test (UAT) kepada beberapa pengguna.

• MANAJEMEN RISIKO
Tahun 2015 merupakan tahun persiapan implementasi Basel III terkait dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR), pada Desember 2015. Bank sedang mempersiapkan untuk mengimplementasikan perhitungan LCR berdasarkan Peraturan OJK terbaru di mana Bank melakukan monitoring likuiditas dan melakukan perubahan metode perhitungan minimum dana yang tersedia dengan menggunakan kerangka perhitungan LCR.

 

RENCANA STRATEGIS 2016
Bank telah mempersiapkan rencana strategis agar Bank dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada nasabah serta mendukung kegiatan bisnis dan operasional Bank, yaitu:

• Meningkatkan credit risk awareness
Untuk meningkatkan credit risk awareness Bank akan berusaha untuk berperan aktif dan terlibat dalam menjaga kualitas kredit dengan melakukan monitoring secara ketat, salah satunya dengan memberikan pelatihan mengenai hal tersebut secara berkesinambungan kepada seluruh karyawan terutama divisi marketing.

• Meningkatkan laba bersih Bank
Pada tahun 2016, Bank menargetkan laba bersih Bank dapat meningkat sekitar 36,43%. Adapun langkah yang akan dilakukan Bank untuk meningkatkan pendapatan bunga bersih adalah dengan meningkatkan tingkat suku bunga kredit Bank secara bertahap dan menurunkan tingkat bunga simpanan namun tetap dapat kompetitif dengan bank lain.

• Pendanaan
Di tahun 2016 mendatang, Bank akan berupaya meningkatkan dana yang dihimpunnya baik dari Dana Pihak Ketiga (DPK), penerbitan surat berharga atau pinjaman lainnya dari interbank lokal dan luar negeri. Dalam upaya meningkatkan total DPK, strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan fungsi marketing untuk menghimpun dana nasabah dan bekerja sama dengan Divisi Treasury dalam memberikan tingkat suku bunga yang kompetitif. Selain itu, Bank berencana untuk menerbitkan surat berharga Medium Term Notes (MTN) VI pada bulan Februari 2016 sebesar Rp500 miliar untuk mendukung pembiayaan dalam bentuk Rupiah. Pinjaman bilateral baik dari bank lokal untuk pinjaman Rupiah dan luar negeri untuk pinjaman valuta asing USD tetap dilakukan. Diharapkan di tahun 2016 ini, dana dalam USD dapat dialihkan ke dalam bentuk Rupiah dengan melakukan transaksi swap forex dan/atau Cross Currency Swap (CCS) yang direncanakan akan dilakukan di semester II – 2016.

• Kredit
Di tahun 2016, Bank berencana akan meningkatkan kredit yang diberikan sekitar 18,07% dari posisi tahun 2015. Bank juga akan lebih fokus dalam pemberian kredit Rupiah namun tetap memperhatikan kredit valas. Hal ini terkait dengan adanya kewajiban penggunaan Rupiah untuk bertransaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun Divisi Business Development 8 (local Chinese related) sudah mulai berjalan sejak tahun 2015, namun Bank tetap masih menjaga business model Bank dengan tetap fokus dalam pemberian kredit kepada perusahaan Jepang dan perusahaan lokal. Strategi lainnya adalah Bank akan memanfaatkan arus investasi Jepang ke Indonesia dengan bekerja sama dengan Grup Resona Bank untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan Jepang yang potensial dan jaringan utama nasabah lokal yang mempunyai prospek bisnis yang bagus. Bank juga akan mengoptimalkan semua fungsi marketing Bank baik di Kantor Pusat dan Kantor Cabang agar pemberian kredit dapat lebih tersebar.

• Permodalan
Bank sedang melakukan peningkatan modal secara bertahap dari BUKU 2 menjadi BUKU 3, maka di tahun 2016 ini Bank akan berusaha meningkatkan laba operasional Bank dari kegiatan transaksi perbankan, meningkatkan kualitas penyaluran kredit kepada debitur yang berkualitas dan Bank akan terus berusaha untuk mendapatkan konsensus dari para pemegang saham untuk meningkatkan modal disetornya. Peningkatan modal dasar yang sudah dilakukan pada bulan Juni 2015 menjadi sebesar Rp1 triliun dari sebelumnya Rp500 miliar adalah strategi untuk memberikan ruang bagi para pemegang saham jika akan meningkatkan modal disetornya.

 

• Sistem Teknologi Informasi dan Akuntansi
Pada tahun 2016, Bank akan terus melakukan peningkatan layanan aplikasi internet banking sehingga dapat diandalkan oleh para nasabah untuk memenuhi kebutuhan transaksi perbankan. Tahun 2016 juga akan menjadi tahun penentuan bagi Bank apakah akan melakukan upgrade atau mengganti core bankingsystem Bank serta aplikasi penting lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Bank.

• Pengembangan Sumber Daya Manusia
Dalam rangka pengembangan sistem informasi manajemen terkait sumber daya manusia, pada tahun 2016 mendatang, Bank berencana akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan Human Resource information System (HRIS). Bank juga akan selalu memberikan pendidikan dan pelatihan kepada seluruh karyawan secara berkelanjutan yang sesuai dengan bidang masing-masing. Serta Bank akan terus melanjutkan program pelatihan ke Resona Bank, Ltd., Jepang untuk para tenaga lokal pendamping TKA. Tujuan jangka panjang atas program ini adalah akan diberikan tanggung jawab sebagai Account Officer di Divisi Business Development.

• Manajemen Risiko
Dari sisi manajemen risiko, Bank akan meningkatkan tingkat profil risiko minimum 2 (dua) dan menciptakan budaya risiko seperti melakukan sosialisasi pentingnya kesadaran terhadap risiko, meningkatkan kesadaran akan risiko kredit, meningkatkan proses analisa risiko likuiditas dan pasar, memperbaiki proses dan penanganan risiko operasional, risiko reputasi dan risiko strategic serta mempersiapkan sedini mungkin mengenai segala aspek yang dibutuhkan dalam penerapan Basel III sehingga dapat berjalan dengan baik.

• Kepatuhan
Pada tahun 2016, Bank akan meningkatkan tingkat pelaksanaan GCG dan menciptakan budaya kepatuhan. Bank akan menindaklanjuti temuan audit baik dari OJK dan auditor lainnya serta menerapkan action plan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Bank dan peringkat GCG. Bank juga akan melakukan implementasi atas rekomendasi yang diberikan oleh Komite Tata Kelola Terintegrasi dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan GCG dan mengawasi pelaksanaannya.

• Audit
Bank melakukan perbaikan terus-menerus dan disiplin dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian dan tata kelola termasuk di dalamnya meningkatkan audit tools dan memastikan kecukupan resourceinternal audit serta memperbaiki dan menstandarisasikan prosedur secara terus-menerus.