Corporate Secretary

Sepanjang tahun 2020, Bank berfokus untuk menjaga kualitas aset dengan mengutamakan penyaluran kredit yang berkualitas, pengelolaan biaya pendanaan, memperluas pangsa pasar corporate banking, dan melakukan diversifikasi bisnis serta meningkatkan penerimaan fee based income. Bank juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan teknologi informasi, serta efisiensi operasional bisnis.

PERKREDITAN
Di bidang kredit, Bank terus berupaya meningkatkan fungsi intermediarinya melalui penyaluran kredit meski menghadapi kondisi yang menantang akibat pandemi COVID-19. Upaya Bank dalam meningkatkan jumlah kredit, antara lain dengan cara:

  • Pendanaan supply and value chain dengan mengoptimalkan hubungan bisnis dengan nasabah yang sudah ada dengan mencari peluang untuk mengembangkan hubungan bisnis baru dengan pembeli dan pemasok dari nasabah yang sudah ada.
  • Optimalisasi penggunaan fasilitas kredit yang belum terpakai.
  • Menjadi penghubung antara Customer to Customer (C to C) dengan memfasilitasi mereka untuk membangun aliansi bisnis baru.
  • Meningkatkan jumlah kredit sindikasi dengan memasuki sektor infrastruktur bersama dengan bank lainnya, pemerintah, dan institusi keuangan multilateral.
  • Pemberian kredit kepada UMKM yang dilakukan sesuai kemampuan Bank sebagai bank korporasi.
  • Berkomitmen memberikan dukungan kepada para debitur untuk dapat melalui situasi sulit sebagai dampak COVID-19, antara lain dengan memberikan stimulus kredit yang merujuk kepada skema stimulus yang menjadi kebijakan Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

Bank juga mempertahankan model bisnis dengan porsi portofolio kredit kepada perusahaan Jepang dan Lokal pada komposisi yang seimbang. Selain itu, berupaya meningkatkan pangsa pasar nasabah corporate banking, baik nasabah korporasi Jepang maupun korporasi Lokal melalui sistem pemasaran yang efektif serta dengan memberikan dukungan kepada nasabah melalui penawaran produk perbankan yang dibutuhkan oleh nasabah.

Untuk meningkatkan penetrasi di industri, Bank juga melakukan beberapa aktivitas baru sebagai upaya diversifikasi bisnis dengan menjadikan Bank sebagai pemberi referensi terhadap produk pihak ketiga yang telah menjalin kerja sama.

Dalam menjaga kualitas aset, Bank berupaya mengendalikan kredit bermasalah dan mengoptimalkan tingkat pengembalian dari kredit bermasalah dan kredit yang dihapus buku melalui restrukturisasi kredit dan penjualan aset jaminan debitur untuk proses penyelesaian.

PENDANAAN
Pengoptimalan sumber pendanaan yang dimiliki dengan meminimalisasi jumlah dana menganggur serta menurunkan jumlah pendanaan yang berbiaya mahal. Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan rasio NIM (Net Interest Margin) dengan tetap menjaga rasio likuiditas Bank.

OPERASIONAL
Sepanjang tahun 2020, Bank telah berusaha melakukan perubahan beberapa kebiasaan yang selama ini dilakukan demi melindungi seluruh karyawan serta mendukung program pemerintah Indonesia dalam penanganan COVID-19. Perubahan yang dilakukan tetap memperhatikan kualitas pelayanan kepada nasabah dan peningkatan sistem standar operasional Bank. Strategi yang dilakukan antara lain:

  1. Melakukan percepatan dalam hal penyediaan teknologi digital bagi karyawan, seperti penyediaan laptop serta akses yang memungkinkan karyawan untuk bisa bekerja dari rumah.
  2. Melakukan pemisahan tim (split operation) menjadi 2 tim dengan masing-masing berjumlah maksimum 50% dari jumlah karyawan.
  3. Mengurangi jam kerja dari total 9 jam menjadi 8 jam (termasuk 1 jam istirahat), serta membagi jadwal kerja secara shift.
  4. Mengatur jarak kerja antara 1 karyawan dengan karyawan lain minimal 1 meter.
  5. Melakukan pemasangan partisi pada area pelayanan publik.
  6. Mewajibkan pekerja untuk memakai masker dan bagi para teller menggunakan sarung tangan dalam bekerja.
  7. Mendeteksi suhu tubuh setiap pekerja yang akan masuk di tempat kerja, jika suhu tubuh terdeteksi ≥37,5 derajat Celcius tidak diperkenankan untuk masuk. Ketentuan ini juga berlaku untuk para nasabah yang akan memasuki wilayah Kantor Pusat/Kantor Cabang/Kantor Cabang Pembantu Bank.
  8. Menempatkan hand sanitizer di pintu masuk dan pada setiap ruang kerja serta memastikan hand sanitizer diisi ulang secara teratur.
  9. Melakukan tindakan pencegahan penyebaran COVID-19, seperti penyemprotan disinfektan secara rutin, penyediaan alat-alat kesehatan, melakukan pemeriksaan tes rapid secara rutin kepada seluruh karyawan.
  10. Dalam hal rapat/pertemuan serta pelatihan, Bank memprioritaskan melalui media video call, seperti zoom, aplikasi yang memungkinkan karyawan dapat melakukan presentasi dan rapat secara daring tanpa bertemu secara langsung.
  11. Sejak tanggal 29 Juni 2020, bagi seluruh karyawan, tamu, nasabah, dan vendor diwajibkan untuk mengisi formulir selfassessment risiko COVID-19 sebelum memasuki area kantor Bank dan bagi yang memiliki risiko besar tidak diperkenankan untuk masuk.

Terkait kondisi COVID-19 ini, selama tahun 2020 Bank mengurangi waktu cut-off layanan operasional perbankan (kliring, transfer seluruh mata uang, transfer untuk internal, pajak, deposito dan transaksi tunai, serta transaksi foreign exchange) kepada nasabah dan menutup sementara Kantor Cabang Pembantu (KCP) Suryacipta dan KCP Deltamas mulai dari tanggal 24 Maret 2020 sampai dengan adanya perubahan yang akan diinformasikan selanjutnya. Dan juga menghimbau kepada seluruh nasabah untuk dapat melakukan transaksi perbankan melalui internet banking sebagai bentuk dukungan anjuran Pemerintah untuk berkegiatan di rumah dan menjaga lingkungan yang lebih sehat, baik untuk para nasabah maupun pihak Bank.

Selama tahun 2020, Bank terus berupaya meningkatkan standar kualitas pelayanan kepada nasabah dan meningkatkan sistem standar operasional Bank. Sebagai langkah peningkatan standar kualitas pelayanan kepada nasabah, Bank telah melakukan:

  1. Survei kepuasan pelanggan secara elektronik (e-survey) pada nasabah di Kantor Pusat, Kantor Cabang, dan Kantor Cabang Pembantu serta nasabah pengguna layanan Internet Banking (IB). Hasil survei yang telah dilakukan memberikan indikasi bahwa layanan pada counter untuk semua Jaringan kantor dan layanan IB sebagian besar (79,67% dari 152 responden) memberikan penilaian Puas dan Sangat Puas.
  2. Pengumuman kepada nasabah terkait pelaksanaan dari peraturan baru, misalnya penyesuaian biaya RTGS, perubahan bea materai, cut of time transaction baik dari internal Bank maupun eksternal Bank (Pajak dan Bank Indonesia), dsb.
  3. Penyederhanaan dokumen/formulir yang digunakan dalam transaksi pembukaan deposito sehingga meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.

Peningkatan sistem standar operasional Bank pada tahun 2020 dilakukan melalui:

  1. Penyediaan layanan e-statement, berupa layanan nota elektronik (e-note) yaitu pengiriman nota/rekening koran melalui email kepada nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari sistem keuangan berkelanjutan dimana salah satunya adalah dengan mengurangi penggunaan kertas.
  2. Perubahan sistem teller Bank dari Retail Connection (RC) menjadi Web Teller Branch, dimana pelaksanaan go live pada kantor cabang pembantu pada 7 September 2020 dan Kantor Pusat pada 14 September 2020. Hal ini dilakukan sebagai pelaksanaan pembaruan sistem.

RENCANA STRATEGIS 2021

Untuk meningkatkan pertumbuhan pada tahun 2021, Bank memiliki rencana strategis yaitu sebagai berikut:

  1. Melanjutkan arah strategi yang sebelumnya telah ditetapkan, untuk tahun 2021, adalah melakukan: pembenahan (improvement), baik pada aspek operasional maupun organisasi, melakukan konsolidasi organisasi untuk memformulasikan model bisnis serta melanjutkan upaya diversifikasi bisnis, sumber pendapatan, produk dan layanan.
  2. Melanjutkan peran serta Bank dalam rangka PEN, dengan terus berkomitmen memberikan dukungan kepada debitur yang kegiatan bisnisnya terdampak pandemi COVID-19, antara lain dengan memberikan stimulus kredit yang merujuk kepada skema stimulus yang menjadi kebijakan Pemerintah.
  3. Melakukan penguatan pada aspek Sumber Daya Manusia, untuk membentuk organisasi yang lebih ramping dan fokus.
  4. Memperkuat fungsi Divisi Credit Examination dalam melakukan peningkatan pengawasan dan kualitas kredit dengan menunjuk 1 (satu) orang Technical Advisor dari Resona Bank, Ltd. – Jepang dengan kondisi memperoleh persetujuan OJK.
  5. Menyelaraskan proses, prosedur dan kebijakan untuk menunjang upaya pembenahan serta diversifikasi bisnis yang telah diformulasikan.
  6. Melakukan otomatisasi terhadap proses yang masih berlangsung secara manual.
  7. Melakukan evaluasi kinerja kantor cabang pembantu dan kantor cabang, dengan tujuan untuk mentransformasikan kantor cabang pembantu dan kantor cabang menjadi ‘new engine of growth’ untuk pertumbuhan bisnis Bank.
  8. Membuka 1 (satu) kantor fungsional non–operasional dan melakukan penutupan 1 (satu) kantor cabang pembantu, sebagai perwujudan realisasi transformasi kantor cabang pembantu menjadi ’new engine of growth’ serta mendukung efisiensi biaya operasional Bank.
  9. Terus meningkatkan sinergi atau kerja sama di antara pemegang saham, khususnya antara Resona Bank, Ltd., The Bank of Yokohama, Ltd., dan Daido Life Insurance Company untuk mengembangkan potensi bisnis yang ada.
  10. Melanjutkan persiapan berupa implementasi model bisnis dan organisasi baru yang sejalan dengan rencana penambahan modal pada tahun 2022, yang merujuk pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta bagian dari upaya bertransformasi menjadi Bank BUKU 3.
  11. Memastikan bahwa arah kebijakan Manajemen, rencana dan strategi pembenahan yang telah ditetapkan dapat mendorong pentumbuhan bisnis Bank dan selaras dengan visi dan misi Bank.