Corporate Secretary

Pada tahun 2017, Bank fokus pada peningkatan kualitas aset, peningkatan jumlah nasabah dan penyelesaian kredit bermasalah. Selain itu Bank terus melakukan upaya perbaikan pada bidang sumber daya manusia, teknologi informasi dan operasional bisnis.

Rangkaian langkah strategis yang diterapkan meliputi:

KREDIT

Strategi utama yang dilakukan Bank adalah memperluas basis nasabah (expand customer base) baik nasabah lokal maupun nasabah Jepang. Dengan perluasan basis nasabah dapat mengurangi risiko konsentrasi kredit. Perluasan basis nasabah dilakukan melalui ekspansi data nasabah, sistem pemasaran yang efektif dan bekerjasama dengan Grup Resona untuk menghasilkan sinergi yang positif bagi Bank.

• Peningkatan eksposur nasabah Jepang:

- Untuk perusahaan Jepang yang baru didirikan, Bank akan mendukung pembiayaan mulai dari awal investasi mereka melalui kerjasama dengan Grup Resona.
- Melakukan pendekatan dan memelihara hubungan bisnis dengan perusahaan perusahaan Jepang yang beroperasi di area/kawasan industri di mana kantor cabang pembantu Bank berada. Selain itu juga melakukan pendekatan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Jepang di mana perusahaan induk telah memiliki hubungan bisnis dengan Grup Resona.
- Menjadi mediator dari calon nasabah kepada nasabah (Customer to Customer) dengan memfasilitasi mereka untuk membangun aliansi bisnis baru.

• Peningkatan eksposur nasabah lokal:

- Menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dengan nasabah yang memiliki prospek usaha dan kondisi bisnis yang baik.
- Mengeksplorasi grup perusahaan dari debitur yang sudah ada.
- Mencari debitur baru yang diharapkan diperoleh melalui kredit sindikasi, kredit infrastruktur dan kredit supply chain scheme.


PERMODALAN

Strategi permodalan Bank di tahun 2017 adalah meningkatkan kualitas kredit, sehingga mengurangi penyediaan pembentukan cadangan dan Bank melakukan komunikasi kepada Pemegang Saham secara berkesinambungan untuk meningkatkan modal inti Bank menjadi BUKU 3 atau minimal modal inti sebesar Rp5 triliun.


PENDANAAN

Mengoptimalkan sumber pendanaan yang dimiliki dengan meminimalisasi jumlah dana menganggur dengan mengejar pertumbuhan pada dana pihak ketiga dan menurunkan jumlah pinjaman dari bank lain.


OPERASIONAL

Pada Januari 2017, Bank telah menerbitkan layanan jasa pengiriman rekening koran melalui SWIFT MT-940. Selain itu, Bank terus berupaya meningkatkan proses kredit dan pelayanan prima dalam kegiatan operasional dan meningkatkan jumlah volume transaksi perbankan dari nasabah yang sudah ada dan meningkatkan kualitas pelayanan operasional (waktu pencairan kredit, pembukaan rekening, transaksi LC) dengan mengakomodasi masukan dari nasabah.


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN ORGANISASI

Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di tahun 2017, Bank telah mengembangkan kerangka “tools of talent management“ untuk menentukan karyawan yang memiliki talenta sebagai pengganti (successor) untuk beberapa posisi penting di Bank dengan membuat daftar pengganti (successor) dari Kepala Divisi/Cabang.

Dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian sumber daya manusia, Bank menyelenggarakan program pelatihan dan pengembangan melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan managerial skill, technical skill, pengetahuan perbankan, manajemen risiko dan pelatihan lainnya yang diperlukan.

Bank sudah mengirimkan 2 (dua) karyawan ke Jepang dalam rangka program pengembangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai pendamping Tenaga Kerja Asing (TKA) di Divisi Business Development. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah untuk mengangkat pegawai yang bersangkutan sebagai Account Officer Bank.

Terkait dengan pengembangan organisasi, Bank melakukan pengkajian terhadap struktur organisasi Bank. Pada bulan Maret 2017, Bank melakukan penggabungan Divisi Operasional Sistem dan Divisi Pengembangan Sistem menjadi Divisi Teknologi Informasi. Pada tanggal 1 September 2017 Bank telah melakukan perubahan struktur organisasi, yaitu perubahan nama Divisi Kredit Administasi yang membawahi Seksi Kredit dan Seksi Jaminan menjadi Divisi Kredit dan menjadi membawahi Seksi Kredit, Seksi Jaminan dan Seksi Ekspor Impor. Seksi Ekspor Impor sebelumnya berada di bawah Divisi Operasional. Sehingga, saat ini Divisi Operasional menjadi membawahi Seksi Deposit 1, Seksi Deposit 2, dan Seksi Remmittance.

Terkait dengan pengembangan manajemen sistem informasi sumber daya manusia agar lebih efektif dan efisien, yaitu HRIS (Human Resources Information System), Bank telah mengimplementasikan HRIS payroll bulan April 2017 dan HRIS non payroll pada bulan Mei 2017.


KEPATUHAN

Bank terus memperkuat penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Bank serta mempertahankan peringkat Tata Kelola Bank minimum di peringkat 2 atau Baik dengan meningkatkan budaya risiko dan budaya kepatuhan, mengurangi kejadian risiko operasional, tidak adanya temuan audit yang sifatnya berulang baik dari Divisi Audit, Otoritas Jasa Keuangan dan auditor eksternal. Bank juga meningkatkan fungsi kepatuhan pada PT Resona Indonesia Finance (PT RIF) sebagai perusahaan anak dengan melakukan diskusi bulanan.


SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI

Peningkatan standar operasional dan pengembangan sistem dilakukan dalam rangka peningkatan pemberian layanan baik secara internal dan eksternal kepada nasabah dengan cara:

a. Melakukan peningkatan dan perbaikan untuk menjaga mutu aplikasi internet banking yang efektif dan dapat diandalkan agar dapat memenuhi kebutuhan transaksi perbankan nasabah.

b. Meng-upgrade sistem core banking dan aplikasi penting lainnya seperti risk management, treasury system, human resources information system, PSAK dan lain-lain, termasuk menyempurnakan atau melakukan pengkinian sistem teknologi informasi yang sudah ada agar lebih efektif, efisien dan akurat dalam penyediaan data, informasi serta keperluan lainnya yang terkait dengan pengawasan (pengendalian internal) dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Bank.

Terkait perangkat jaringan yang dimiliki, Bank menyediakan perangkat cadangan untuk perangkat yang kritikal dan telah melengkapinya dengan melakukan pemasangan perangkat cadangan Smart Console di bulan Oktober 2017.

Sehubungan dengan penerapan perangkat aplikasi untuk pemantauan jaringan komunikasi yang dipergunakan di Bank, implementasi Aplikasi Whatsup Gold telah dilakukan pada bulan November 2017.

Sesuai rencana Bank untuk menambahkan aplikasi penting pada Disaster Recovery Center Site (DRC Site), Bank telah meng-install aplikasi Market Risk, Anti Money Laundering dan Sistem Aplikasi Kredit pada DRC Site.

Dalam rangka peningkatan keamanan dalam pengiriman surat elektronik (e-mail), Bank telah meng-install aplikasi DocoBlast untuk broadcast e-mail ke banyak penerima e-mail dan tetap memastikan kerahasian alamat e-mail penerimanya.

c. Melakukan peningkatan layanan kepada nasabah dengan mengimplementasikan SWIFT MT 940.

d. Melakukan pengawasan aktif terhadap keamanan dan risiko sistem oleh Seksi Keamanan Informasi dan Risiko Sistem.


MANAJEMEN RISIKO

Selama tahun 2017, Bank mempertahankan tingkat Profil Risiko pada peringkat 2, menciptakan budaya risiko yang sesuai dengan kondisi Bank serta menyesuaikan proses manajemen risiko dengan kompleksitas usaha.

Terkait dengan penerapan manajemen risiko terintegrasi dengan entitas anak, PT RIF, Bank melakukan self assessment atas penilaian profil risiko terintegrasi untuk Konglomerasi Keuangan Grup Resona dengan melakukan penilaian atas risiko intragrup.

Terkait penerapan Basel III berdasarkan POJK No.42/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) Bagi Bank Umum, yaitu implementasi sistem untuk Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara harian, baik individual maupun konsolidasi, Bank telah melaksanakan go live pada tanggal 5 Desember 2017.

Sebagai anggota Information Technology Steering Committe, Divisi Manajemen Risiko melakukan diskusi dengan Tim Proyek Core Banking mengenai risiko-risiko yang mungkin terjadi selama proyek pengembangan core banking untuk memantau mitigasi risiko atas proses implementasi upgrade core banking. Selain itu proses pengawasan dan pengembangan budaya risiko operasional terus dilakukan melalui komunikasi yang intensif antara Divisi Manajemen Risiko dengan risk owner dan juga dengan Divisi Kepatuhan, Divisi Audit dan Divisi Sumber Daya Manusia. Pada tahun 2017 ini juga telah diselesaikan proses pendalaman operational risk register dengan melakukan pendalaman analisa dan penambahan parameter operational risk register.


AUDIT

Meningkatkan nilai tambah bagi Bank untuk membantu organisasi mencapai tujuannya dengan membawa pendekatan yang sistematik melalui perbaikan terus-menerus dan disiplin dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian dan tata kelola. Untuk mencapai hal ini termasuk didalamnya meningkatkan audit tools dan memastikan kecukupan sumber daya audit intern serta memperbaiki dan menstandarisasikan prosedur secara terus-menerus.

 

RENCANA STRATEGIS 2018

Memasuki tahun 2018, Bank Resona Perdania terus berupaya mewujudkan komitmen Bank untuk menjadi institusi perbankan yang mengutamakan pelayanan terbaik (service excellence) bagi nasabah dan mitra kerja. Untuk itu, Bank telah menentukan fokus strategi berikut:

  1. Mempertahankan peringkat komposit (PK) kesehatan Bank minimum berada pada peringkat 2 atau Sehat yang di dalamnya termasuk peringkat komposit profil risiko dan rating penerapan Good Corporate Governance (GCG) baik individual maupun terintegrasi dengan perusahaan anak PT Resona Indonesia Finance.
  2. Dalam mempertahankan peringkat komposit profil risiko dan rating GCG tersebut, Bank melakukan peningkatan pada:
    • Fungsi kepatuhan termasuk di dalamnya peningkatan Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) sesuai dengan peraturan yang berlaku.
    • Fungsi manajemen risiko, di antaranya:
    a. Meningkatkan peran Divisi Manajemen
    Risiko dalam mendukung pencapaian rencana bisnis Bank khususnya terkait dengan penetapan risiko pada tingkat yang wajar.
    b. Meningkatkan peran Divisi Manajemen Risiko dengan melakukan review dan memberikan rekomendasi atas seluruh kebijakan dan prosedur Bank, yang dalam jangka pendek terkait aktivitas kredit dan treasury.
    c. Melakukan kerjasama dengan Resona Bank, Ltd., Jepang untuk memperkuat pelaksanaan manajemen risiko Bank.
    • Fungsi audit intern; dan
    • Fungsi komite-komite.
  3. Memperluas basis nasabah baik nasabah lokal maupun Jepang dengan ekspansi jumlah nasabah dan sistem pemasaran yang efektif. Untuk potensial nasabah Jepang, lebih bekerjasama dengan Grup Resona.
  4. Mendukung secara langsung dan tidak langsung sektor ekonomi yang menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah Indonesia (kelautan, infrastruktur, pertanian dan pariwisata).
  5. Mempertahankan model bisnis dengan porsi portofolio kredit kepada perusahaan lokal dan Jepang pada komposisi yang seimbang.
  6. Meningkatkan pemberian kredit terutama pada sektor manufaktur, sektor keuangan, perdagangan dan jasa usaha lainnya. Sub sektor manufaktur diarahkan pada makanan dan minuman, barang konsumsi dan otomotif.
  7. Menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui strategi:
    • Meningkatkan jumlah nasabah.
    • Menguatkan nilai-nilai perusahaan dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam pelayanan kepada nasabah.
    • Meningkatkan kualitas aset.
    • Memperoleh dana murah, khususnya dari rekening giro.
    • Meningkatkan fungsi kantor cabang.
    • Mengoptimalisasi kerjasama dengan perusahaan induk dan perusahaan anak, PT Resona Indonesia Finance.
  8. Pelaksanaan core banking yang baru dan pengelolaan risiko sistem yang baik di antaranya melalui proses user acceptance test (UAT) dan user training.
  9. Melakukan pembaruan dan atau pelaksanaan sistem baru seperti aplikasi SWIFT dan Risk Based Customer (RBC), aplikasi trade innovation, aplikasi credit rating, aplikasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), aplikasi Rencana Bisnis Bank (RBB), alat VOIP Router untuk kantor pusat, kantor cabang Surabaya dan kantor cabang Bandung, dan aplikasi Net Stable Funding Ratio (NSFR).
  10. Mempersiapkan langkah-langkah terhadap penerapan PSAK 71 yang akan efektif berlaku awal tahun 2020.
  11. Melanjutkan peningkatan mekanisme pengendalian internal khususnya pengendalian risiko kredit dengan meningkatkan kemampuan penilaian dalam pemeriksaan kredit, mengubah mekanisme batasan kredit.
  12. Meningkatkan fungsi sumber daya manusia dengan menguatkan sumber daya manusia pada setiap unit kerja, pengembangan sistem penghargaan dan sanksi, mekanisme evaluasi sumber daya manusia berbasis kinerja, pelaksanaan alih pengetahuan yang efektif dari tenaga kerja asing kepada tenaga kerja lokal, inovasi program pelatihan dan melakukan investasi secara agresif pada area sumber daya manusia.
  13. Meningkatkan standar pelayanan dan sistem operasional Bank sehingga pelayanan kepada nasabah lebih efektif.
  14. Mempersiapkan dan meningkatkan kualitas infrastruktur dari sisi sumber daya manusia dan teknologi untuk menghadapi perubahan signifikan terkait dengan peningkatan status menjadi BUKU 3.
  15. Melakukan relokasi Kantor Cabang Pembantu MM2100 dalam zona yang sama agar Bank tetap dapat secara konsisten memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah di kawasan MM2100 sehubungan dengan lokasi yang ditempati sekarang akan dilakukan pemugaran oleh pengelola area kawasan industri MM2100.