Good Corporate Governance

PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI
Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi Konglomerasi Keuangan berlandaskan pada beberapa prinsip dasar, yaitu:

  1. Transparansi, keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.
  2. Akuntabilitas, kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ dalam Konglomerasi Keuangan sehingga pengelolaan perusahaan berjalan secara efektif.
  3. Pertanggungjawaban, kesesuaian pengelolaan Entitas Utama dan Lembaga Jasa Keuangan dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip pengelolaan yang sehat.
  4. Independensi, pengelolaan konglomerasi keuangan secara profesional tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun.
  5. Kewajaran, keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.

Tata Kelola Terintegrasi telah menjadi perhatian khusus Bank dan PT RIF agar pelaksanaannya selalu berkesinambungan dari waktu ke waktu. Hingga akhir tahun 2018, pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi di Bank berfokus untuk merealisasikan tujuan-tujuan utama sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kinerja Bank dan PT RIF melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya pelayanan pada pihak-pihak yang berkepentingan dengan Bank, yang tidak hanya terbatas pada nasabah, melainkan juga regulator: Otoritas Jasa Keuangan/Bank Indonesia, pemerintah, karyawan serta pemegang saham.
  2. Meningkatkan pengawasan aktif Dewan Komisaris dan tanggung jawab Direksi dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan operasional perbankan.
  3. Meningkatkan peran seluruh organ tata kelola untuk melindungi Bank dan PT RIF dari potensi tuntutan hukum, sanksi dan risiko reputasi yang disebabkan oleh ketidaktaatan Bank dan PT RIF terhadap peraturan-peraturan yang berlaku.

Bank dan PT RIF sangat memahami bahwa tingkat kepercayaan investor, nasabah dan masyarakat sangat menekankan pada layanan, etika serta kualitas yang baik, profesional dan proporsional yang terlindungi dari praktik penyimpangan usaha. Oleh karena itu, sebagai konglomerasi keuangan yang sinergis, Bank dan PT RIF terus meningkatkan konsistensi penerapan praktik-praktik terbaik serta kepatuhannya terhadap peraturan perundang-undangan serta nilai-nilai etika yang berlaku pada industri jasa keuangan. Melalui upaya tersebut Bank berharap untuk menjadi sebuah entitas yang dapat diandalkan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia dan Jepang.


FUNGSI KEPATUHAN
Untuk mewujudkan terlaksananya budaya kepatuhan pada seluruh tingkatan organisasi dan kegiatan usaha, Bank Resona Perdania membentuk Divisi Kepatuhan sebagai unit independen yang tidak terkait dengan unit kerja lainnya dan berfungsi menjamin pelaksanaan prinsip-prinsip kepatuhan di seluruh jenjang organisasi serta menegakkan budaya kepatuhan. Divisi Kepatuhan bertanggung jawab langsung pada Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan. Pelaksanaan fungsi kepatuhan juga diawasi oleh Dewan Komisaris dengan mengevaluasi pelaksanaannya serta memberikan nasihat dan saran-saran untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi kepatuhan. Alur kerja sistem kepatuhan di Bank Resona Perdania dapat terlihat pada bagan berikut:

AR - Fungsi Kepatuhan

 

download