Good Corporate Governance

PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI
Sinergi positif antara Bank Resona Perdania dengan perusahaan pemegang saham dan struktur grup Bank diharapkan dapat mendukung upaya mewujudkan bank berkapasitas tinggi yang dapat diandalkan bagi perusahaan Jepang dan Indonesa. Dalam rangka mewujudkan hal-hal tersebut di atas, diperlukan peran serta Bank untuk memastikan bahwa pengelolaan Bank telah berjalan sesuai dengan kebijakan strategis yang mendorong penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik pada Konglomerasi Keuangan Bank Resona Perdania.

Dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik, Bank sangat menyadari bahwa untuk melindungi hak seluruh pemangku kepentingan serta menunjang bisnis dan operasional Konglomerasi Keuangan, implementasi tata kelola perusahaan yang baik adalah faktor yang harus diutamakan. Untuk itu, penguatan penerapan Tata Kelola di Bank dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten melalui proses dari waktu ke waktu.

Sejalan dengan diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir tahun 2014 mengenai Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan serta Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, Bank telah mengkaji dan melakukan beberapa penyesuaian serta penyempurnaan terhadap struktur dan infrastruktur terintegrasi Bank. Secara garis besar, Bank telah melaksanakan prinsip-prinsip dasar Tata Kelola Terintegrasi di Bank dengan mengacu pada GCG Roadmap yang diterbitkan oleh OJK serta ASEAN Corporate Governance Scorecard. Seluruh upaya ini diwujudkan agar Bank senantiasa memiliki sistem keuangan yang sehat secara fundamental dan berkesinambungan.

Dalam  rangka  meningkatkan  kinerja  Konglomerasi  Keuangan Grup Resona Bank (Grup Resona Bank) dan meningkatkan  kepatuhan  terhadap  peraturan  perundang-undangan serta  nilai-nilai  etika  yang  berlaku  pada  industri  jasa  keuangan, Grup Resona Bank telah melaksanakan  kegiatan  usaha dengan berpedoman pada prinsip Tata Kelola Terintegrasi yang baik.

Secara khusus, Bank mendasarkan praktik dan penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Terintegrasi pada Konglomerasi Keuangan Grup Resona Bank pada Peraturan Bank Indonesia (PBI)/ Otoritas Jasa Keuangan (POJK):

(i) POJK No. 18/POJK.03/2014 tanggal 18 November 2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan;
(ii) SEOJK No. 15/SEOJK.03/2015 tanggal 25 Mei 2015 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan;
(iii) POJK No. 55/POJK.03/2016 tanggal 9 Desember 2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum;
(iv) SEOJK No. 13/SEOJK.03/2017 tanggal 17 Maret 2017 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum.

Pelaksanaan Tata  Kelola  Terintegrasi  pada  Grup Resona Bank harus senantiasa berlandaskan pada prinsip dasar sebagai berikut:

  • Transparansi
    Keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan.
  • Akuntabilitas
    Kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ dalam Konglomerasi Keuangan sehingga pengelolaan perusahaan berjalan secara efektif.
  • Pertanggungjawaban
    Kesesuaian pengelolaan Entitas Utama dan Lembaga Jasa Keuangan dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip‐prinsip pengelolaan yang sehat.
  • Independensi
    Pengelolaan Konglomerasi Keuangan secara profesional tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun.
  • Kewajaran
    Keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak‐hak pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.

Konglomerasi Keuangan Grup yang dimaksud terdiri dari:

  1. PT Bank Resona Perdania (Bank) sebagai Entitas Utama;  dan
  2. PT Resona Indonesia Finance (PT RIF) sebagai anggota Konglomerasi Keuangan.

Bank dan PT RIF mempunyai komitmen untuk meningkatkan pelaksanaan Tata Kelola yang baik karena masyarakat investor dan konsumen menilai Bank berdasarkan kriteria layanan yang baik, etika, kualitas, profesional, proporsional, dan terlindungi dari praktek penyimpangan usaha. Oleh karena itu, untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik tersebut, Bank dan PT RIF telah menerapkan prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik secara konsisten, untuk kepentingan Bank dan PT RIF dan seluruh pemangku kepentingan.

Sepanjang tahun 2015, pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi menjadi perhatian khusus manajemen Bank dan PT RIF sebagai proses berkesinambungan dalam melanjutkan upaya-upaya yang telah menjadi komitmen Bank dan PT RIF kepada seluruh stakeholders, yang terutama bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan efisiensi kinerja Bank dan PT RIF melalui peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya pelayanan pada pihak-pihak yang berkepentingan dengan Bank, yang tidak hanya terbatas pada nasabah, melainkan juga regulator: BI/ OJK, pemerintah, karyawan, serta pemegang saham.
  2. Meningkatkan pengawasan aktif Dewan Komisaris dan tanggung jawab Direksi dalam menerapkan prinsip kehati-hatian perbankan sesuai prinsip Tata Kelola Terintegrasi.
  3. Meningkatkan peran seluruh organ tata kelola untuk melindungi Bank dan PT RIF dari potensi tuntutan hukum, sanksi dan risiko reputasi  yang disebabkan oleh ketidaktaatan Bank dan PT RIF terhadap peraturan-peraturan yang berlaku.

 

SISTEM KEPATUHAN
Dalam rangka mewujudkan dan menyempurnakan praktik tata kelola perusahaan yang baik dari waktu ke waktu, Bank Resona Perdania membentuk Divisi Kepatuhan sebagai pihak independen yang tidak saling terkait dengan unit kerja lainnya dan berfungsi menjamin pelaksanaan prinsip-prinsip kepatuhan di seluruh jenjang organisasi serta menegakkan budaya kepatuhan.

Pada penerapannya, Divisi Kepatuhan bertanggung jawab langsung pada Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan. Selain itu, Dewan Komisaris juga turut berperan dengan melakukan pengawasan terhadap fungsi kepatuhan dengan mengevaluasi pelaksanaannya serta memberikan nasihat dan saran-saran guna meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi kepatuhan.

Bank Resona Perdania telah menunjuk Direktur yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan dengan didukung Divisi Kepatuhan. Untuk mendukung pelaksanaan fungsi kepatuhan secara berkesinambungan, maka penerapan fungsi kepatuhan ditekankan pada penciptaan dan peningkatan budaya kepatuhan melalui berbagai langkah berikut:

- Menginformasikan keberadaan peraturan yang harus dijadikan pedoman;
- Mengadakan sosialisasi dan seminar terhadap ketentuan baru baik internal dan eksternal;
- Menyediakan sarana untuk membaca dan mengetahui peraturan;
- Memonitor kepatuhan terhadap peraturan-peraturan dalam pelaksanaan operasional Bank.

Selain langkah-langkah tersebut, Bank juga secara proaktif melakukan promosi budaya kepatuhan melalui penyelenggaraan pelatihan dan sosialisasi kepada karyawan mengenai Peningkatan Budaya Kepatuhan, Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan, Kebijakan Kepatuhan, Pedoman Kepatuhan, Penerapan Pedoman Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme, peraturan internal dan eksternal dan hal-hal lain yang terkait dengan pelaksanaan prinsip kehati-hatian, agar dalam melaksanakan tugas karyawan selalu berpedoman pada peraturan dan undang-undang yang berlaku. Dengan semua upaya tersebut, Bank yakin mampu mengidentifikasi permasalahan mengenai kepatuhan sejak dini serta menanamkan budaya kepatuhan di Bank Resona Perdania.

 

Struktur Kepatuhan

 Kepatuhan

download